MAAF, BLOG INI MASIH DALAM PENGEMBANGAN ,,, FORUM SILATURAHMI LASKAR NUSAKAMBANGAN BATAVIA,, SILAHKAN KIRIMKAN KOLEKSI FOTO , ARTIKEL, SARAN KALIAN MELALUI EMAIL (lanusbatavia@yahoo.com).. kiriman yang layak akan kami muat dalam blog ini -------------------------->>>> kunjungi juga FORUMLANUSBATAVIA.BLOGSPOT.COM

Jamu Persemalra, PSCS Cilacap Cari Kado Spesial

PSCS Cilacap ingin memberikan kado spesial untuk Kabupaten Cilacap saat menghadapi Persemalra Tual dalam laga lanjutan Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Grup II di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Senin (21/3).
"Kami ingin meraih kemenangan karena pertandingan besok (Senin) bertepatan dengan Hari Jadi Ke-155 Kabupaten Cilacap sehingga bisa menjadi `kado spesial`," kata pelatih PSCS Cilacap, Agus Riyanto, di Cilacap, Minggu (20/3).
Dalam hal ini PSCS ingin menebus kekalahan (1-5) saat dijamu Persemalra Tual dalam pertandingan di putaran pertama, 7 Januari 2011.
Kendati demikian, ia mengakui skuad Persemalra Tual memiliki permainan yang bagus sehingga seluruh pemainnya harus diwaspadai.
"Mereka (Persemalra) memiliki bakat alam serta teknik permainan yang bagus sehingga perlu diwaspadai. Namun kami ingin memberikan yang terbaik dengan meraih poin penuh," katanya.
Disinggung mengenai komposisi pemain yang akan diturunkan, dia mengatakan, pihaknya akan melakukan rotasi pemain karena ada beberapa orang yang terkena kartu kuning.
Meskipun demikian, dia mengatakan, rotasi pemain tersebut tidak akan menyurutkan harapan PSCS untuk meraih kemenangan dalam pertandingan kandang menjamu Persemalra.
Secara terpisah, Manajer PSCS Cilacap, Bambang Nugroho mengatakan, pihaknya sangat berharap tim binaannya ini dapat meraih kemenangan untuk dipersembahkan sebagai "kado spesial" di Hari Jadi Ke-155 Kabupaten Cilacap. (ant/zul)

PSCS vs Persis= 2-0

Kesebelasan Persis Solo kembali menuai hasil buruk saat laga tandang melawan PSCS Cilacap di Stadion Wijayakusuma, Sabtu (22/1). Dengan kekalahan tersebut Persis belum beranjak dari papan bawah Divisi Utama Ti-phone. “Anak-anak bermain tertekan sejak babak pertama,” kata Pelatih Persis, Ahmad Sukisno, usai pertandingan, Sabtu (23/1).
Namun ia membantah tekanan anak buahnya dikarenakan pembekuan PSSI Solo oleh PSSI pusat yang saat ini sedang menggelar Konggres di Bali.
Menurut Sukisno, Ketua Umum Persis yang juga Ketua PSSI Solo, Hadi Rudyatmo, mewanti-wanti agar pemain Persis bermain biasa tanpa terpengaruh perilaku PSSI. “Saat ini ketua umum (Hadi Rudyatmo) sedang berada di Bali untuk mempertanyakan pembekuan PSSI Solo,” katanya.
PSSI membekukan kepengurusan PSSI Solo karena memberikan rekomendasi penyelenggaraan pembukaan Liga Primer Indonesia. Hingga hari ini, PSSI masih menganggap LPI sebagai kompetisi yang ilegal.
Menurut Sukisno, kekalahan pemainnya disebabkan tekanan penonton tuan rumah yang memadati Stadion Wijayakusuma. Pemain, kata dia, baru bisa berkembang setelah PSCS membobol gawang Persis di menit 18 melalui sundulan Mahop Guy.
Pemain Persis kembali tertekan setelah gol kedua yang dibuat oleh Eka Wijayanto di menit ke-29. Dua gol tersebut bertahan hingga pertandingan usai.
Pertandingan putaran pertama Divisi Utama tersebut ditonton oleh sekitar 10 ribu Laskar Nusakambangan. Momen inilah yang juga dimanfaatkan oleh Wakil Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamudji yang berkeliling lapangan saat jeda pertandingan. Maklum, tahun depan ia akan maju lagi dalam pemilihan kepala daerah.
Pelatih PSCS, Agus Riyanto mengatakan, permainan PSCS jauh lebih berkembang dibandingkan laga-laga sebelumnya. “Organisasi sudah berjalan baik, hanya setelah unggul pemain malah cenderung bertahan,” katanya.
Ia mengakui, pemain depannya masih mandul. Dua gol yang terjadi disarangkan oleh pemain belakang dan pemain tengah. PSCS sendiri belum pernah menang selama menjalani laga tandang.
Sementara itu, dedengkot Pasoepati, Masyadi Gondrong mengatakan akan tetap mendukung Persis meskipun kini berada di zona bawah. Selain itu, mereka juga mendukung Solo FC yang berlaga di LPI. “Pada pembukaan LPI, 25 ribu suporter Pasoepati memadati stadion,” ujarnya.

PPSM Kalahkan PSCS 1-0

PPSM Sakti Magelang menang atas PSCS Cilacap, 1-0, pada pertandingan putaran kedua Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Grup II di Stadion Abu Bakrin, Kota Magelang, Minggu.

Gol kemenangan PPSM tersebut hasil tendangan bebas Roberto Kwateh pada menit akhir babak pertama.

Permaian kedua tim pada babak pertama sebenarnya hampir imbang. Akibat pelanggaran seorang pemain PSCS terhadap pemain PPSM M. Romli di luar kotak penalti, wasit yang memimpin pertandingan, Prasetyo Hadi, menghadiahkan tendangan bebas kepada tuan rumah.

Peluang tersebut dimanfaatkan Roberto secara baik untuk mencetak gol.

Kedua tim sejak awal babak pertama terus melancarkan serangan. Beberapa kali kedua tim mendapat peluang memasukkan gol, namun penyelesaian akhir oleh pemain depan tidak begitu baik.

Tendangan pemain PSCS, Fajar Listiantara, dari luar kotak penalti pada pertengahan babak pertama nyaris membuahkan gol, namun bola membentur mistar gawang.

Pada pertandingan babak kedua, PPSM yang telah unggul 1-0 terus menggempur pertahanan PSCS dan beberapa kali berpeluang membuahkan gol.

Namun penyelesaiannya kurang bagus dan pemain depan PPSM, Roberto, beberapa kali terjebak "off side".

Pada menit ke-52, Roberto berhasil menyarangkan bola ke gawang PSCS yang dijaga Catur Nugroho. Namun gol tersebut dianulir oleh wasit karena sudah terjebak "off side".

Pertandingan antara dua tim itu sempat diguyur hujan.

Wasit mengeluarkan dua kartu kuning, masing-masing diberikan kepada pemain tengah PSCS Lee Su Hyoung pada babak pertama dan pemain PPSM Abdul Rachman pada babak kedua.

Pelatih PPSM, Syahrial Efendi, mengatakan, dirinya belum puas atas pertandingan itu, meskipun anak asuhnya meraih kemenangan.

"Masih ada kekosongan yang harus ditutup, terutama untuk bek kiri dan gelandang," katanya.

Ia mengatakan, sebenarnya PPSM mendapat beberapa kali peluang, namun belum bisa dimanfaatkan secara baik.

Ia menilai, permainan tim tamu cukup bagus. Mereka bermain cukup alot.

"Untung PPSM dapat hadiah tendangan bebas yang membuahkan gol," katanya.

Pelatih PSCS, Agus Riyanto, merasa kecewa dengan hasil permainan anak asuhnya yang ditargetkan mendapat poin penuh di kandang lawan.

Ia juga menyayangkan kepemimpinan wasit yang sering menjatuhkan pelanggaran kepada timnya di daerah berbahaya yang seharusnya tidak perlu

Gresik United Hentikan Rekor Kandang PSCS



Rekor tak terkalahkan PSCS di Stadion Wijayakusuma sejak putaran pertama Kompetisi Divisi Utama Liga Ti-Phone Indonesia 2010/2011 dihentikan oleh Gresik United. Laskar Nusakambangan yang bermain full tim dipermalukan tim tamu dengan skor 0-1, Rabu (02/03/2011).
Hasil ini membuat PSCS gagal membalas kekalahan 0-1 yang diderita dari Gresik United pada pertemuan pertama di Gresik. Yang lebih menyakitkan lagi, gol semata wayang itu akibat bunuh diri pemain belakang PSCS Julia Mardianus pada menit ke-12.
Jalannya Pertandingan
Bermain didepan pendukungnya sendiri, PSCS langsung menekan sejak pertandingan dimulai. Sebuah peluang didapat Julia Mardianus di menit ke-7, saat tendangannya berhasil diselamatkan kiper Gresik United yang percayakan kepada Wawan Hariono.
Selang beberapa menit kemudian, barisan belakang Gresik United dipaksa kerja keras membendung serangan barisan depan PSCS. Namun peluang demia peluang gagal membuahkan gol. Ditengah asyik menyerang, barisan belakang PSCS lengah. Umpan tarik Andik Ardiansyah ke depan gawang PSCS dihalau Julia Mardianus. Alih-alih back pass pada Handoyo namun bola justru meluncur ke gawang. Kedudukan berubah 0-1 untuk keunggulan tim tamu.
Ketinggalan 0-1 tuan rumah berusaha menyamakan kedudukan. Gawang Gresik terus dibombardir. Masuknya Harry Nur Yulianto di menit 38 menambah serangan PSCS tambah gencar. Sebuah peluang tercipta di menit 40, sayang tendangan Harry masih melebar ke kanan gawang Wawan. Meski benyak peluang namun tak satu pun membuahkan gol. Hingga turun minum, kedudukan belum berubah masih 0-1 untuk keunggulan tim tamu.
Memasuki babak kedua, pertandingan baru berjalan 4 menit Harry Nur Yulianto kembali menembar ancaman. Selang dua menit kemudian, Tri Apmadi melakukan tekanan dari sayap kanan. Bola diarahkan ke muka gawang, pemain PSCS lain datang terlambat sehingga bola meluncur ke samping kanan gawang Wawan.
Nasib sial kembali menghampiri PSCS, tendangan bebas Fatcul berhasil dipatahkan Wawan, sehingga hanya melahirkan tendangan penjuru. Ditengah mengejar ketinggalan, para pemain PSCS justru sering kehilangan bola dan salah oper. Kontrol bola yang kurang cermat membuat bola mudah direbut lawan. Hingga peluit panjang babak kedua tanda laga berakhir kedudukan tetap 0-1 untuk tim tamu.
Wasit yang memimpin pertandingan, Novari Ichsan Sabaraha mengeluarkan empat kartu kuning untuk kedua tim. Satu diberikan pada Risky Setyawan (PSCS), tiga lainnya diberikan kepada para pemain Gresik United yakni Fadli Sanusi, Wawan Haryono dan Anderson Alexando.
Dengan kegagalan meraih poin di kandang mengakibatkan posisi tim asuhan Agus Riyanto melorot ke peringkat 10 klasemen sementara Grup II dengan poin 20 dari 14 laga yang telah dilakoni. Sedang puncak klasemen sementara yang sebelumnya dipegang Mitra Kukar diambil alih PSIM Jogjakarta dengan poin 27, keduanya sama-sama telah melakoni 14 pertandingan.
Susunan pemain :
PSCS Cilacap
Handoyo, Risky Setyawan, M. Fatchul, Mahop Guy, Julian Mardianus, Eka Wijayanto, Tri Apmadi (Fajar Lis ’81), Sapto Dardari (Harry Nur Yulianto ’38), Firdaus, Taryono (Wahyu Tri ’67), Jun Jin.
Gresik United
Wawan Hariono, Agustiar Batubara, Anderson Alexando, Lan Bastian, Heri Purnomo, Fadli Sanusi (Mulyanan ’84), Pena Sanhueza, Uston Nawawi, Rizki Mirzamah (Mukhan Arifin ’57), Khabib Syukron, Andik Ardiansyah (Parades ’78)

PSCS Cilacap Tumbangkan Mitra Kukar

Tim tuan rumah PSCS Cilacap menumbangkan Mitra Kukar 3-0 (1-0) pada laga lanjutan Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Grup II Putaran Kedua di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu petang.
Tiga gol diciptakan oleh Hari Nur Yulianto pada menit ke-3 dan Jun Jin pada menit ke-83 serta ke-91.
Petarungan sengit di antara kedua kesebelasan berlangsung sejak peluit tanda dimulainya babak pertama ditiup oleh wasit Juhendri Setiana berasal dari Bandung.
Aksi saling serang terus dilancarkan baik oleh tuan rumah PSCS Cilacap maupun tim tamu Mitra Kukar.
Upaya anak-anak binaan Agus Riyanto untuk menembus pertahanan Mitra Kukar membuahkan hasil berupa gol yang diciptakan pemain baru PSCS, Hari Nur Yulianto, pada menit ke-3.
Gol yang diciptakan Hari itu berkat tendangan umpan dari Lee Su Hyong, mengubah kedudukan sementara pada babak pertama menjadi 0-1 untuk PSCS.
Keberhasilan membobol gawang tim asuhan Benny Dolo itu menjadikan penyemangat M. Fatchul dan kawan-kawan untuk terus melancarkan serangan ke pertahanan Mitra Kukar.
Sejumlah peluang gol yang dimiliki PSCS berhasil dihalau oleh penjaga gawang Joice Sorongan.
Selain itu, Alex Pulalo dan kawan-kawan pun tak tinggal diam dengan membalas serangan ke pertahanan PSCS.
Akan tetapi, sejumlah peluang gol yang dimiliki Mitra Kukar gagal dimanfaatkan dengan baik oleh tim berasal dari Kalimantan Timur itu.
Tendangan yang dilancarkan pemain Mitra Kukar bernomor punggung 23, Mbom Julien, pada menit ke-25 terlalu tinggi sehingga hanya melintasi bagian atas gawang PSCS.
Demikian pula dengan bola yang ditendang Boy Jati pada menit ke-44 berhasil dihalau oleh penjaga gawang PSCS, Handoyo.
Hingga waktu turun minum tiba, kedudukan masih bertahan 0-1 bagi PSCS Cilacap.
Saat memasuki babak kedua, permainan dua tim itu semakin sengit karena keduanya terus melancarkan serangan.
Upaya PSCS untuk membobol gawang Mitra Kukar pun membuahkan hasil dengan gol yang diciptakan Jun Jin pada menit ke-83.
Kendati demikian, Jun Jin tetap berupaya membobol pertahanan Mitra Kukar sehingga menambah gol pada menit ke-91. Kedudukan hingga babak kedua berakhir tetap 3-0 untuk PSCS Cilacap.
Selama pertandingan yang disaksikan sekitar 8.000 pasang mata itu, juga diwarnai pemberian kartu kuning kepada pemain Mitra Kukar, Alex Pulalo pada menit ke-35 dan Anderson Da Silva pada menit ke-69.
Selain itu, kartu kuning juga diberikan kepada pemain PSCS, Firdaus pada menit ke-40, Lee Su Hyong pada menit ke-85, dan Sapto Dhadari pada menit ke-88. (ant/mac)

Gresik United Tekuk PSCS Cilacap

Gresik United (GU) kembali menuai hasil positif saat menekuk tim tamu PSCS Cilacap dengan kemenangan tipis 1-0 pada laga lanjutan kompetisi divisi utama 2010/2011 di Stadion Petrokimia Gresik, Jumat (4/02/2011).
Gol semata wayang kesebelasan asal kota pudak ini dicetak oleh pemain asingnya, San Hueza Pena Luis pada menit ke 84 setelah menerima umpan dari pemain belakang Agustiar Batu Bara.
Tampil langsung menyerang dengan kondisi lapangan licin akibat hujan deras. Anak asuh Sanusi Rahman terus menekan pertahanan PSCS Cilacap yang dikawal oleh penjaga gawang Handoyo. Sejak kick off babak pertama dimulai, GU langsung menggebrak pertahan tim laskar ‘Nusakambangan’ PSCS Cilacap.
Pada menit ke 5 babak pertama, pemain belakang GU Heri Purnomo mendapat peluang emas. Tapi, sayang tendangannya masih melenceng di sisi gawang PSCS.
Selanjutnya pada menit ke 20, lewat akselerasi pemain mudanya Mulham Arufin yang langsung memberikan umpan lambung kepada Anderson Alexando. Namun, sayang sundulan pemain GU asal Brasil masih meleceng tipis di sisi kiri penjaga gawang PSCS.
Peluang emas selanjutnya juga diperoleh oleh Uston Nawawi. Mantan pemain nasional ini yang melakukan kerjasama cantik dengan striker GU Basuki di areal 16 meter pertahanan kesebelasan PSCS. Tapi, sayangnya lagi-lagi Handoyo menggagalkan tendangan keras mantan pemain nasional ini.
Memasuki injury time babak pertama, lapangan Stadion Petrokimia diguyur hujan deras. Akibat hujan, beberapa pemain baik GU maupun PSCS seringkali salah mengantisipasi bola karena lapangan licin. Di babak pertama skor masih 0-0 setelah wasit Jajang Sukandi asal Bandung meniup peluit babak pertama.
Di babak kedua, PSCS Cilacap yang mengandalkan striker asal Korsel Jun Jin dan mantan pemain PSS Sleman Fajar Listiantara mulai ganti melakukan serangan ke pertahanan GU.
Bahkan, saat memasuki menit ke 60 lewat serangan dari sayap, Jun Jin yang lepas dari kawalan Anderson Alexando melakukan umpan crossing ke mulut gawang GU yang dikawal Wawan Hariono. Tapi, peluang emas ini terbuang karena tendangan keras Fajar Listiantara melencing tipis.
Terus mendapat gempuran dari PSCS, pelatih GU Sanusi Rahman menarik Mulham Arufin dengan Khabib Syukron. Masuknya Khabib, membuat pertahanan  PSCS kewalahan sehingga di babak kedua GU seringkali mendapat tendangan penjuru.
Merasa tidak mampu menciptakan gol di babak kedua, pelatih GU Sanusi Rahman meminta agar back Anderson Alexando sedikit maju. Strategi ini membuahkan hasil sehingga beberapa kali pemain belakang PSCS kewalahan mengawal pemain Brasil tersebut.
“Karena kita diburu waktu dan harus memenangkan pertandingan maka saya menginstruksikan agar Anderson Alexando maju sebagai striker,” ujar Sanusi Rahman.
Hasilnya, konsentrasi pemain belakang PSCS Cilacap sehingga pada menit ke 84 Agustiar Batu Bara memberikan umpan manis ke mulut gawang PSCS. Bola umpan dari mantan pemain Persela ini disambut tandukan kepala oleh San Hueza Pena Luis.
Menanggapi hasil pertandingan ini, pelatih PSCS Agus Riyanto menuturkan, anak asuhnya sedikit lengah saat memasuki menit terakhir padahal instruksi yang diberikan sempat membuahkan hasil untuk mencuri satu poin.
“Anak-anak sudah menjalankan instruksi tapi pemain belakang kami hilang konsentrasi beberapa detik sehingga GU mampu mencuri gol,” tandasnya.[dny/ted]

PSCS TUMBANG DI KANDANG MITRA KUKAR



Amsar Reza dibayang-bayangi pemain belakang PSCS Risky Setiawan
Photo: Agri

Ambisi skuad Mitra Kukar untuk mengambil alih pimpinan klasemen sementara Grup II dari PSIM Yogyakarta berhasil terwujud tadi sore, setelah Franco Hita dkk sukses menundukkan PSCS Cilacap dengan skor telak 4-0.
Empat gol yang disarangkan ke gawang PSCS Cilacap dihasilkan lewat hattrick Franco Hita di menit '33, '64 (p) dan '83 serta kontribusi Anindito Wahyu Erminarno pada menit '47.
Dalam laga yang dimainkan di Stadion Madya Tenggarong Seberang ini, skuad tuan rumah memang langsung berinisiatif untuk menekan pertahanan lawan di menit-menit awal babak pertama.
Peluang emas tercipta di menit ke-4 ketika Mitra Kukar mendapat tendangan bebas beberapa meter dari luar kotak penalti. Sayangnya, tendangan melengkung dari Franco Hita masih membentur mistar gawang PSCS Cilacap.
Tekanan bertubi-tubi terus dilancarkan skuad Naga Mekes. Pada menit ke-10, striker muda Anindito yang bergerak dari sektor kanan memberikan umpat matang kepada Franco Hita. Namun bola yang ditendang Hita masih membentur salah seorang pemain belakang PSCS.
Meski terus ditekan, tim PSCS Cilacap sesekali sempat melakukan ancaman ke gawang Mitra Kukar. Seperti yang terjadi di menit '22 ketika striker PSCS Jun Jin lolos dari kawalan pemain belakang Mitra Kukar.
Penyerang asal Korea Selatan yang sudah berhadapan dengan kiper Joice Sorongan ini langsung melepaskan tendangan keras. Beruntung kiper andalan tim Naga Mekes ini mampu membaca arah bola dan mementahkan peluang berbahaya tersebut.
Pada menit '33, kesempatan emas kembali diperoleh Mitra Kukar lewat tendangan bebas di luar kotak penalti. Kali ini, Franco Hita berhasil menebus kegagalannya dengan menyarangkan bola ke gawang PSCS yang dikawal Handoyo. 1-0 bagi keunggulan tuan rumah.
PSCS yang mencoba bangkit berupaya keras untuk menyamakan kedudukan. Namun, serangan demi serangan yang dibangun tim Laskar Nusakambangan itu kerap dipatahkan Anderson Da Silva dkk. Hingga babak turun minum, kedudukan tetap bertahan 1-0 bagi keunggulan Mitra Kukar.

Salah satu kemelut di depan gawang PSCS Cilacap
Photo: Agri


Memasuki babak kedua, Mitra Kukar langsung menggebrak untuk menambah perbendaharaan gol. Baru dua menit laga babak kedua dimulai, gawang PSCS Cilacap sudah kebobolan lagi lewat sundulan Anindito Wahyu Erminarno yang memanfaatkan umpan Junaidi Tagor.
Gol cepat di babak kedua ini semakin memotivasi tim asuhan Benny Dolo untuk terus menggempur barisan pertahanan PSCS Cilacap. Sebuah kemelut di dalam kotak terlarang PSCS pada menit '56 nyaris berbuah gol bagi Mitra Kukar, namun bola yang ditendang Hita masih mengenai pemain belakang lawan dan hanya menghasilkan tendangan penjuru bagi Mitra Kukar.


Bek PSCS Guy Harve Mahop berebut bola dengan Boy Jati Asmara
Photo: Agri

Pada menit ke-62, kemelut kembali terjadi di area penalti PSCS Cilacap. Setelah sempat dua kali tendangan pemain Mitra Kukar membentur badan kiper Handoyo, bola kemudian disundul Franco Hita ke arah Anindito yang telah berdiri bebas.
Belum sempat mengambil bola, badan Anindito sudah ditabrak Risky Setiawan dari belakang hingga terjatuh. Wasit Bachrul Ulum langsung meniup peluit dan menunjuk titik putih memberikan hadiah penalti bagi Mitra Kukar.
Keputusan wasit langsung diprotes keras para pemain PSCS yang bersikukuh jika Anindito melakukan aksi diving saat berbenturan dengan Risky.
Pelatih PSCS Agus Riyanto sempat menginstruksikan kepada seluruh anak asuhnya untuk keluar lapangan. Pertandingan pun terhenti lantaran seluruh pemain PSCS meninggalkan lapangan, sementara ofisial PSCS terus melakukan protes terhadap perangkat pertandingan. Setelah sempat terhenti sekitar 2 menit, para pemain PSCS dengan jiwa besar akhirnya kembali melanjutkan pertandingan. Eksekusi penalti pun tetap harus dilakukan. Franco Hita yang menjadi algojo berhasil mengeksekusi tendangan penalti ini. 3-0 bagi keunggulan Mitra Kukar.
Unggul tiga gol membuat Mitra Kukar semakin berada di atas angin untuk terus meningkatkan gempurannya. Pada menit '80, pelatih Benny Dolo menarik gelandang Junaidi Tagor dan menggantinya dengan striker Boy Jati Asmara.
Tiga striker yang diturunkan membuat barisan pertahanan PSCS kewalahan menghadapi gempuran pemain Mitra Kukar. Di menit ke-83, gawang PSCS bobol untuk keempat kalinya melalui sundulan Franco Hita.
Namun gol tersebut harus dibayar mahal Hita setelah mengalami benturan keras dengan kiper Handoyo. Penyerang asal Argentina ini sempat mendapat perawatan di pinggir lapangan. Namun karena tak mampu melanjutkan pertandingan, posisi Hita pun diganti Ilham Jaya Kusuma di menit '87.
Kehadiran Ilham tetap memberikan ancaman terhadap barisan pertahanan PSCS. Namun hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap bertahan 4-0 bagi kemenangan Mitra Kukar.
Dalam laga yang berlangsung cukup panas ini, wasit Bachrul Ulum asal Surabaya mengeluarkan 2 buah kartu kuning untuk pemain PSCS Cilacap yakni Guy Herve Mahop dan M Fachtul Ichva. (win)



Gelandang serang Mitra Kukar Wijay beradu dengan gelandang PSCS asal Korea Selatan Lee Su Hyong
Photo: Agri

PSCS vs Persis= 2-0

Kesebelasan Persis Solo kembali menuai hasil buruk saat laga tandang melawan PSCS Cilacap di Stadion Wijayakusuma, Sabtu (22/1). Dengan kekalahan tersebut Persis belum beranjak dari papan bawah Divisi Utama Ti-phone. “Anak-anak bermain tertekan sejak babak pertama,” kata Pelatih Persis, Ahmad Sukisno, usai pertandingan, Sabtu (23/1).
Namun ia membantah tekanan anak buahnya dikarenakan pembekuan PSSI Solo oleh PSSI pusat yang saat ini sedang menggelar Konggres di Bali.
Menurut Sukisno, Ketua Umum Persis yang juga Ketua PSSI Solo, Hadi Rudyatmo, mewanti-wanti agar pemain Persis bermain biasa tanpa terpengaruh perilaku PSSI. “Saat ini ketua umum (Hadi Rudyatmo) sedang berada di Bali untuk mempertanyakan pembekuan PSSI Solo,” katanya.
PSSI membekukan kepengurusan PSSI Solo karena memberikan rekomendasi penyelenggaraan pembukaan Liga Primer Indonesia. Hingga hari ini, PSSI masih menganggap LPI sebagai kompetisi yang ilegal.
Menurut Sukisno, kekalahan pemainnya disebabkan tekanan penonton tuan rumah yang memadati Stadion Wijayakusuma. Pemain, kata dia, baru bisa berkembang setelah PSCS membobol gawang Persis di menit 18 melalui sundulan Mahop Guy.
Pemain Persis kembali tertekan setelah gol kedua yang dibuat oleh Eka Wijayanto di menit ke-29. Dua gol tersebut bertahan hingga pertandingan usai.
Pertandingan putaran pertama Divisi Utama tersebut ditonton oleh sekitar 10 ribu Laskar Nusakambangan. Momen inilah yang juga dimanfaatkan oleh Wakil Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamudji yang berkeliling lapangan saat jeda pertandingan. Maklum, tahun depan ia akan maju lagi dalam pemilihan kepala daerah.
Pelatih PSCS, Agus Riyanto mengatakan, permainan PSCS jauh lebih berkembang dibandingkan laga-laga sebelumnya. “Organisasi sudah berjalan baik, hanya setelah unggul pemain malah cenderung bertahan,” katanya.
Ia mengakui, pemain depannya masih mandul. Dua gol yang terjadi disarangkan oleh pemain belakang dan pemain tengah. PSCS sendiri belum pernah menang selama menjalani laga tandang.
Sementara itu, dedengkot Pasoepati, Masyadi Gondrong mengatakan akan tetap mendukung Persis meskipun kini berada di zona bawah. Selain itu, mereka juga mendukung Solo FC yang berlaga di LPI. “Pada pembukaan LPI, 25 ribu suporter Pasoepati memadati stadion,” ujarnya.

PSCS Cilacap 1-0 PPSm Magelang

Pertandingan antara PSCS Cilacap vs PPSM Magelang baru saja berakhir di Stadion Wijayakusuma Cilacap. Pertandingan ini dimulai sekitar pukul 15.30 di kandang PSCS Cilacap.

Sebelum pertandingan ini PSCS Cilacap berada diperingkat 9 dibawah Persikab Bandung dengan jumlah poin sama 11.

PSCS Cilacap berhasil menang 1 - 0 dimenit ke 3 melalui tendangan Finalty yang dilakukan oleh Lee. Skor ini bertahan hingga babak pertama usai.

Pada babak kedua PSCS cilacap kembali menambah jumlah koleksi Golnya melalui Gol yang diciptakan oleh Eka Wijayanto pada menit ke 79.

Sementara itu Persikab juga berhasil mengalahkan Persis Solo dengan kedudukan 2-0 untuk kemenangan Persikab.

Dengan hasil ini PSCS Cilacap untuk sementara berada diperingkat 6 dengan jumlah poin 14, dibawah Persikab yang berada diperingkat 5

PSCS Dibantai Persemalra Tual 5-1

Hasil memalukan diraih tim Laskar Nusakambangan saat melakoni laga tandang dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Ti-Phone Indonesia, Jum’at (7/1/2011) sore. PSCS Cilacap dibantai tuan rumah Persemalra Tual Maluku Utara dengan skor 1-5.
Hasil tersebut menambah daftar hasil buruk selama laga tandang. Sekaligus menegaskan kalau PSCS hanya jago kandang.
Manajer PSCS Cilacap Rosikin saat dihubungi CILACAPMEDIA melalui telpon selulurnya mengungkapkan hasil tersebut tak lepas dari buruknya permainan pemainnya.
“Saya nggak habis pikir, kenapa anak-anak seperti grogi. Mereka main seperti nggak punya tenaga,” ungkapnya.
Padahal, kata dia, sebelum berangkat, seluruh pemainnya sehat dan penuh percaya diri.
“Saya tidak tahu kesalahannya dimana. Sebelum berangkat mereka optimis, tapi kenyataannya main tidak ada tenaga,” katanya dengan nada ketus.
Dia menegaskan, setelah pulang nanti managemen akan melalukan evaluasi agar bisa meraih kemenangan pada laga mendatang.
Hasil memalukan tersebut membuat posisi PSCS melorot ke urutan delapan klasemen sementara grup II. Dari delapan kali bertanding PSCS baru mengantongi poin 11. Sementara posisi teratas ditempati Mitra Kukar dengan poin 18, disusul PSIM Jogjakarta dan Persik Kediri yang sama-sama memiliki poin 15.

Perseman Manokwari Paksa PSCS Cilacap Bermain Imbang

Tuan rumah PSCS Cilacap harus berbagi poin saat melawan Perseman Manokwari pada laga lanjutan Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama di Stadion Wijayakusuma Cilacap, Jawa Tengah, Senin (20/12) sore. Kedudukan berakhir imbang tanpa gol alias 0 - 0.

Pertandingan yang disaksikan sekitar 8.000 pasang mata tersebut berlangsung seru. Sejak peluit tanda mulai babak pertama, Perseman Manokwari dibawah asuhan pelatih Djoko Susilo langsung melancarkan serangan ke pertahanan PSCS Cilacap dan nyaris membobol gawang tim berjuluk Laskar Nusakambangan tersebut yang dijaga kiper Handoyo.

Namun serangan Perseman Manokwari yang begitu gencar tersebut selalu kandas di kaki pemain-pemain belakang PSCS Cilacap, ataupun shoting bola yang tak akurat ke gawang.

Tak mau diserang terus menerus, PSCS Cilacap pun ganti menyerang pertahanan Perseman Manokwari. Kendati diguyur hujan deras yang disertai angin, permainan terbuka yang diperagakan antara kedua kesebelasan tersebut tetap berlangsung cukup ketat.

Serangan demi serangan dari anak-anak PSCS Cilacap tak kalah garang mampu menghujani pertahanan Perseman Manokwari. Kondisi hujan dan basahnya lapangan tidak jarang para pemain dari kedua kesebelasan saling berbenturan. Hingga nampak sering ada protes dari pemain pada wasit Juhandri Setia yang tampak kurang sigap dalam memimpin pertandingan tersebut.

Kedudukan 45 menit babak pertama tak ada gol tercipta, sehingga skor tetap bertahan 0 - 0 bagi kedua kesebelasan.

Usai turun minum, aksi serang dari PSCS Cilacap maupun Perseman Manokwari tetap mewarnai jalannya pertandingan sepanjang babak kedua.

Sebuah peluang gol nyaris membobol gawang Perseman Manokwari yang dijaga kiper kawakan Jendri Pitoy. Akan tetapi bola yang ditendang Eka Wijayanto terlalu tinggi dan menyerempet bagian atas gawang hingga keluar.

Tak lama kemudian sebuah peluang gol juga hampir dicetak oleh pemain PSCS Cilacap Tri Apmadi, tetapi bola yang ditendang pemain bernomor punggung 21 itu kurang akurat, sehingga gagal membobol gawang Perseman Manokwari.

Hingga peluit panjang ditiupkan wasit Juhandri Setia yang mengakhiri pertandingan, kedudukan tetap imbang 0 - 0 tak berubah.

Pelatih PSCS Cilacap, Agus Riyanto, mengaku puas terhadap permainan anak-anak asuhannya meskipun berakhir imbang 0 - 0 karena memang lawannya Perseman Manokwari merupakan tim tangguh.

Disinggung mengenai permainan PSCS Cilacap yang kurang maksimal, Agus Riyanto mengatakan, hal itu disebabkan belum pulihnya stamina para pemain PSCS Cilacap setelah menghadapi Persiram Raja Ampat Papua pada Jumat (17/12).

"Pemain kita belum siap dengan jeda waktu yang dekat, hal ini mempengaruhi stamina anak-anak ditambah dengan tidak turunnya Fajar Listiantoro pada pertandingan ini karena masih dalam tahap penyembuhan setelah mengalami cedera," kata Agus Riyanto.

PSCS MENANG TELAK ATAS PERSIRAM

PSCS diluar dugaan menggebuk Persiram Raja Ampat dengan skor 4-0 tanpa balas pada pertandingan lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Ti-Phone Indonesia yang digelar di stadion Wijayakusuma, Jum’at (17/12/2010) sore. Fajar menjadi pahlawan kemenangan tuan rumah dengan menyumbangkan dua gol. Dua gol lainnya dicetak Eka Wijayanto dan Reza Dhini. Kemenangan ini mendongkrak posisi PSCS ke urutan ketiga klasemen sementara grup II di bawah PSIM Yogyakarta dan Perseman Manokwari.

Bermain dibawah guyuran gerimis sepanjang laga, tuan rumah langsung menggebrak sejak menit awal. Gawang Persiram yang dijaga Ari Somat digempur barisan depan PSCS. Gol pembuka PSCS dicetak Fajar Listiantara pada menit ke-12 memanfaatkan kemelut di depan gawang. Pada menit ke-37 Fajar menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0.

Ketinggalan dua gol tak membuat anak-anak Papua kendur. Beberapa kali, serangan balik barisan depan Persiram mengancam gawang PSCS yang dijaga Handoyo.

Babak kedua, meski sudah mengoleksi dua gol anak-anak asuhan Agus Riyanto tampaknya belum puas. Alhasil tuan rumah mencetak gol ketiga melalui kaki Eka Wijayanto pada menit ke-53 memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas M. Fatchul.

Reza Dhini yang masuk pada menit ke-74 menggantikan Fajar melengkapi kemenangan tuan rumah dengan menyumbangkan gol pada menit ke-92. Kedudukan hingga babak kedua berakhir 4-0 untuk tim Laskar Nusakambangan. 

Tak seperti dua laga sebelumnya, pada pertandingan yang dipimpin wasit Untung Suhendra asal Yogyakarta berlangsung relatif bersih. Kedua kubu tak memperlihatkan tekel-tekel keras yang dapat memancing keributan antar pemain. Wasit asal kota Gudeg hanya mengeluarkan dua kartu kuning, masing-masing untuk Jun-Jin (PSCS) dan Martin Tao (Persiram).

Susunan Pemain :

PSCS Cilacap

Handoyo, Risky Setyawan, M. Fatchul, Mahop Guy, Dedean S, Eka Wijayanto, Lee Su Hyong, Tri Apmaji (Sapto Dardari ‘65), Wahyu Tri (Ibrahim ’87), Fajar Listiantara (Reza Dhini ’74), Jun Jin.

Persiram Raja Ampat
Ari Somat, Sainun Alqadri, Arifin, Kubai Kubian, Asmad, Gidion Way, Marthen Tao (Didi Paroy), Moyo Malibela, Sasa Yusuke, Nehemia Salosa (Murzal ’43), James Debah.

Persiram Tak Punya Target Khusus

Tim tamu Persiram Raja Ampat Papua tidak memiliki target khusus pada laga lanjutan Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama melawan PSCS Cilacap di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (17/12) sore.
"Persiram pada dasarnya musim ini sedikit diam. Kami sudah panen karena ini musim kedua, tidak seperti Mitra Kukar, Perseman Manokwari, atau Persik Kediri yang punya target khusus," kata pelatih Persiram Raja Ampat Papua, Raja Isa, di Cilacap, Kamis.
Saat ini, kata dia, pihaknya sedang berupaya lolos ke babak delapan besar.
Pada pertandingan melawan PSCS, Jumat (17/12), kata dia, Persiram tidak merasa tertekan karena merupakan partai kelima.
"Yang pertama kami curi poin di Magelang, kemudian ambil poin di Solo, kami kembali ke home (rumah) kalahkan Tual, dan kemarin kami kalah 0-2 lawan Perseman Manokwari," katanya.
Sementara untuk pertandingan melawan PSCS, dia mengatakan, hal itu sangat menyenangkan karena merupakan partai "live" (langsung) keempat untuk pemain Persiram sepanjang dua tahun di Divisi Utama.
Persiram berusaha tetap fokus untuk pertandingan melawan PSCS dengan menghormati tim tuan rumah Cilacap itu sebagai pendatang baru.
"Kami akan berusaha maksimal. Untuk saya, tekanan ada di Cilacap karena harus membuktikan bahwa Stadion Wijayakusuma itu sungguh keramat bagi mereka (PSCS), jadi mereka akan berusaha untuk tidak kalah di kandang sendiri," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, Persiram akan berusaha menghibur masyarakat Cilacap dan dalam waktu yang sama mencari kesempatan untuk melakukan sesuatu.
Menurut dia, Persiram tidak memiliki target dalam pertandingan melawan PSCS karena yang terpenting adalah memperbaiki kesalahan yang dialami dalam partai sebelumnya.
Kagumi Cilacap
Raja Isa mengaku kagum terhadap perkembangan sepak bola di Cilacap karena mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten setempat.
"Sebagai pelatih, saya senang bisa berada di Cilacap," katanya.
Dia mengaku selama menjadi pelatih telah berkeliling Indonesia dan senang melihat antusiasme Cilacap terhadap sepak bola meskipun baru sekali menyaksikannya melalui siaran langsung pertandingan PSCS melawan Persikab Bandung.
"Saya senang ada satu daerah (Cilacap, red.) yang pemerintahannya, perusahaan, dan masyarakatnya mendukung tim dan ini sangat baik untuk sepak bola Indonesia. Saya berharap Pemerintah Kabupaten Cilacap bisa memekarkan ini (PSCS)," katanya.
Ia mengatakan, dukungan APBD sangat dibutuhkan karena nama daerah dapat terangkat melalui sepak bola.
Selain itu, katanya, sepak bola juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar stadion.
"Tapi yang jelas, untuk pertandingan besok (Jumat, red.), saya senang karena munculnya nama baru seperti Cilacap, sedangkan untuk Persiram, kami sudah melalui, musim lalu kami sudah gembar-gembor lakukan promosi daerah sampai kami ke `play off`. Saya harap Cilacap punya semangat yang sama pada musim pertama," katanya

TETAP SEMANGAT

Kekalahan PSCS atas PSIM Jogja semalam di Stadion Mandalakrida Jogja diharapkan tidak mengecilkan semangat para pemain,official, maupaun suporter dan warga masyarakat Cilacap. Dalam tanding semalam PSCS kalah 2-0 atas PSIM. Wakil Bupati H. Tatto Suwarto Pamuji yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut meskipun sedih atas kekalahan tersebut namun tetap merasa optimis bagi prestasi dan masa depan PSCS yang dicintainya. Dalam setiap pertandingan pasti ada yang kalah dan menang, sehingga siapapun yang bertanding harus siap dan konsekuensi dengan dua kemungkinan itu.Lewat akun facebooknya H. Tatto Suwarto Pamuji menuliskan rasa salutnya terhadap para pemain,suproter, dan offisial yang tetap menjaga sportifitasnya. Beberapa tanggapan pun bermunculan dari para facebooker. Imam Bustan misalnya bahwa kemenangan sejati bukan pada berhasilnmya sebuah permainan "Akan tetapi berhasilnya mengendalikan diri dari emosi sehingga peroleh hikmah dan hidayah untuk memperbaiki diri," tulisnya.Semangat mendukung PSCS dalam pertandingan tampaknya luar biasa. Kecuali dihadiri langsung Wabup dan para pejabat Pemkab Cilacap, suporter Laskar Nusakambangan dari berbagai wilayah Cilacap juga menggeruduk Jogja. Mereka naik dua bus, mobil pribadi, juga kereta api, dan sepeda motor. Kecuali dari Cilacap, suporter juga berasal dari warga Cilacap yang ada di Jogja terutama para mahasiswa.

PSCS PULANG DENGAN TANGAN HAMPA

PSIM Yogyakarta mewujudkan ambisinya untuk meraih poin penuh saat mengalahkan tamunya PSCS Cilacap dengan skor 2-0. Keberhasilan PSIM Yogyakarta ini didukung tanpa diwarnai kerusuhan antar suporter yang sebelumnya dikhawatirkan terjadi seperti pada laga sebelumnya saat ditantang Persikab Bandung.

Sejak awal babak pertama, Laskar Mataram sebutan PSIM Yogyakarta tampak lebih mendominasi jalannya pertandingan, dan berhasil menciptakan beberapa kali peluang gol. Sayang faktor penyelesaian yang kurang baik menjadikan beberapa peluang terbang begitu saja.

Kerja keras skuad PSIM Yogyakarta pada babak pertama ini akhirnya hanya menghasilkan satu yang dicetak oleh Tulus Saptianto di menit ke-15. Tendangan bebas yang dilakukan Tulus dari luar kotak penalti tak dapat dijangkau oleh kiper PSCS Cilacap Catur Nugroho.

Skor berubah menjadi 1 - 0 untuk keunggulan PSIM Yogyakarta sampai akhir babak pertama.

Pada babak kedua, PSIM Yogyakarta menambah daya gedornya ke wilayah pertahanan PSCS Cilacap. Tidak sia-sia PSIM Yogyakarta akhirnya menambah keunggulannya lewat gol Wawan Sucahyo pada menit ke-51.

Wawan berhasil memanfaatkan bola mental hasil kemelut di luar kotak penalti PSCS Cilacap. Skor pun berubah menjadi 2 - 0 PSIM Yogyakarta mengungguli tamunya PSCS Cilacap.

Tertinggal dua gol, membuat anak-anak asuh Agus Riyanto terus berupaya menciptakan terobosan melalui tendangan-tendangan langsung ke gawang PSIM Yogyakarta yang dijaga Agung Prasetyo. Namun, upaya untuk melakukan tendangan langsung tersebut belum mampu membuahkan gol bagi PSCS Cilacap.

Setelah melewati jual beli serangan antar kedua klub tersebut, tak ada lagi gol tercipta hingga wasit meniupkan peluit panjangnya untuk mengakhiri pertandingan. Skorpun tak berubah tetap 2 - 0 untuk PSIM Yogyakarta.

Manajer PSIM Yogyakarta, Aji Sutarto mengaku puas dengan hasil pertandingan ini. Usai laga Aji mengatakan akan terus meningkatkan performa para pemainnya. Dua kemenangan kandang tersebut dapat dijadikan modal bagi tim untuk berlaga pada pertandingaan-pertandingan berikutnya.

Sementara itu pelatih PSCS Cilacap, Agus Riyanto kecewa terhadap penampilan anak asuhnya. "Saya kurang puas dengan penampilan anak-anak, terutama pada babak pertama karena masih gugup meskipun sudah bisa bermain lepas selama babak kedua," kata Agus Riyanto.

Agus bhkan sempat menyalahkan panpel PSIM Yogyakarta akibat kekalahan timnya. Ia menganggap panpel tidak memberi kesempatan timnya mencoba lapangan. "Kami disuruh mencoba lapangan, tapi diombang-ambingkan, dan tidak bisa masuk. Ini berpengaruh pada permainan kami," ungkap Agus.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Panpel PSIM Yogyakarta, Sukamto menjelaskan, memang terdapat mis-komunikasi antar pihaknya dengan penjaga stadion. Namun menurutnya, pihaknya sudah memberi kesempatan agar tim PSCS Cilacap dapat mencoba lapangan, namun tidak digunakan.

"Memang tadi malam ada kekeliruan, dan ketika tehnical meeting sudah dijelaskan apa yang terjadi, dan sudah bisa diterima manajer PSCS Cilacap. Tadi pagi, kami menawarkan tim untuk latihan, tapi tidak dimanfaatkan," jelas Sukamto.

PSCS DI Hajar PERSIK 1-0

Persik Kediri menang tipis 1-0 saat menjamu PSCS Cilacap pada dalam ajang Divisi Utama PSSI di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Senin (6/12/2010) malam.

Satu-satunya gol yang mengantarkan kemenangan tuan rumah Persik Kediri dicetak OK Jhon pada menit ke-88 lewat tendangan penalti.

Tuan rumah Persik Kediri melakukan tekanan sejak awal peluit pertama dibunyikan Wasit Nopendri dari Jakarta, sementara para pemain PSCS cenderung hanya bertahan.

Tercatat sejumlah peluang emas mampu diciptakan duet striker tim yang berjuluk "Macan Putih" Andrean Trinidad dan Dodit Fitrio Effendy. Sayangnya, hal itu belum membuahkan hasil dan selalu kandas di barisan pertahanan lawanS.

PSCS sesekali melakukan serangan balik melalui striker asing mereka Jun Jin. Beruntung dua tembok Persik OK Jhon dan Tito Purnomo sangat disiplin dan hingga turun minum skor masih 0-0.

Babak kedua, tim tamu PSCS Cilacap mencoba bangkit dan berhasil menguasai pertandingan, namun upaya tim tamu untuk mendongkel pertahanan anak asuhan Jaya Hartono tidak membuahkan hasil.

Bahkan, PSCS harus pasrah tatkala wasit memutuskan untuk memberi hadiah penalti pada klub yang berjuluk "Laskar Nusakambangan", setelah Wawan Widiantoro dijatuhkan di kotak penalti. OK Jhon yang menjadi algojo mampu menjebol kandang PSCS pada menit ke-88.

Skor 1-0 tetap bertahan hingga peluit tanda pertandingan usai dibunyikan wasit.

Pelatih Persik Kediri Jaya Hartono berharap anak-anak asuhnya tetap mempunyai semangat dan percaya diri, karena masih ada tiga laga kandang yang harus diselesaikan.

"Kami berharap para pemain bisa meneruskan tren positif ini," kata mantan pelatih Persib Bandung itu.

Sementara pelatih PSCS Cilacap Agus Riyanto tidak banyak berkomentar tentang pertandingan. Ia hanya menyayangkan keputusan wasit yang memberikan hadih penalti untuk tuan rumah.

Bawa 18 Pemain, PSCS Cilacap Target Curi Poin Di Kediri

Pelatih PSCS Cilacap Agus Riyanto menekankan pada anak asuhnya untuk tetap mengendalikan emosi saat menghadapi Persik Kediri dalam laga lanjutan Kompetisi Sepakbola Liga Tiphone Divisi Utama musim 2010/2011 di Stadion Brawijaya, Kediri, Senin (6/12) sore.

"Dengan main tandang, otomatis tekanan-tekanan dari berbagai pihak pasti ada, baik dari pemain maupun penonton. Oleh karena itu, saya tekankan kepada anak-anak agar tidak terpancing emosinya," kata Agus, hari Minggu.

Jika emosinya terpancing, kata Agus, peluang untuk bisa mencuri poin atau menang sekalipun akan hilang.

Agus mengakui suasana pertandingan melawan Persik Kediri akan berbeda pada saat PSCS Cilacap menghadapi Persikab Bandung di Stadion Bima, Cirebon, Senin (22/11). Menurut Agus, hal itu disebabkan pertandingan melawan Persik Kediri benar-benar dilaksanakan di kandang lawan.

"Kami meminta para pemain PSCS Cilacap agar saat bermain tandang, dapat merasa seperti main di kandang. Saya yakin kalau pemain bisa memberikan yang terbaik, penonton tentunya akan salud pada tim itu," kata Agus.

Disinggung mengenai pemain yang disiapkan untuk menggantikan posisi Guy Harve yang telah mendapatkan akumulasi dua kartu kuning, Agus mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dua pemain untuk sementara waktu menggantikan posisi pemain belakang kewarganegaraan Kamerun itu.

"Kami telah menyiapkan dua pemain, Tri Asmoro Jati atau Dedeyan Surdani," kata Agus menjelaskan.

Menurut Agus, Dedeyan sempat tidak diturunkan dalam pertandingan melawan Persikota Tangerang di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Kamis (2/12), karena secara akumulasi mendapat dua kartu kuning.

Kendati demikian, pemain PSCS Cilacap yang diturunkan dalam pertandingan hanyalah mereka yang siap secara fisik dan mental. "Jadi siapa yang siap fisik, mental, dan teknik, dia yang akan main. Untuk pertandingan besok (Senin), dan kami membawa 18 pemain," kata Agus menegaskan.

Sementara mengenai target yang diharapkan, Agus mengatakan, pihaknya menargetkan untuk meraih empat poin dalam dua pertandingan tandang melawan Persik Kediri (Senin, 6/12) dan PSIM Yogyakarta

laga ketiga Pscs tundukan Persikota Tanggerang

PSCS Cilacap kembali menunjukan prestasi gemilangnya, setelah dalam laga ketiga kompetisi Sepak bola Divisi Utama Group II liga Indonesia, berhasil menundukan Persikota Tanggerang dengan skor 1-0, di stadion Wijayakusuma Cilacap, Kamis (2/12).
Gol penentu kemenangan PSCS Cilacap dicetak olah Eka Wijayanto yang berhasil menanduk bola rebond, yang akhirnya berhasil menjebol gawang Persikota Tanggerang yang dikawal oleh Sopian Hadi.
Laga PSCS Cilacap melawan Persikota Tanggerang, di pimpin wasit Heri Santoso pada babak pertama berjalan imbang 0-0. Setelah memasuki babak kedua, melalui serangan yang dibangun dari kaki ke kaki pemain PSCS, akhirnya dapat memecahkan kebuntuan dan membuahkan hasil ketika si kulit bundar ditanduk oleh Eka Wijayanto.
Dengan kemenangan tersebut, PSCS Cilacap dari tiga kali main memiliki nilai 7 hasil dari 1 kali seri, dua kali menang, dan menempati urutan ketiga pada klasemen sementara divisi utama Grup II Liga Indonesia, setelah Mitra Kutai Kertanegara Kalimantan Timur dengan nilai 9 dan Persikab Kabupaten Bandung dengan nilai 7.
Selanjutnya pada pertandingan keempat PSCS Cilacap akan menghadapi Persik Kediri pada 6 Desember mendatang di Gresik. Menghadapi laga keempat tersebut, Pelatih PSCS Agus Riyanto, sesuai pertandingan menyampaikan, pihaknya akan mengevaluasi para pemain binaannya terutama dalam hal finishing, serta yang terpenting mengevaluasi control emosi para pemain.
Sementara itu kapten Kesebelasan PSCS Cilacap, M Fatchul, menyampaikan terima kasih kepada timnya sehingga perjuangannya membuahkan hasil kemenangan. Dan yang terpenting jalinan kerja sama yang baik secara tim hendaknya terus dipupuk untuk menghadapi laga-laga berikutnya.

PSCS TUNDUKKAN PSIS 1 - 0

Sungguh pertandingan yang sangat mendebarkan sekitar 12.000 penonton yang memadati Stadion Wijayakusuma di Minggu sore antara PSCS Cilacap melawan PSIS Semarang. Laga bergengsi yang mempertemukan 2 (dua) tim Jawa Tengah meledak oleh gemuruh sorak sorai Lanusmania ketika pada menit 92 (injury time) memanfaatkan umpan Jun Jin - Eka Wijayanto berhasil menanduk si kulit bundar ke gawang PSIS yang dikawal Agus Murod Alfarizi.
Tampil penuh percaya diri sejak babak pertama, PSCS langsung menekan jantung pertahanan PSIS. Serangan - serangan bergelombang dari kaki ke kaki yang menjadi ciri khas permainan PSCS benar - benar memberikan hiburan tersendiri bagi ribuan penonton yang memadati stadion Wijayakusuma. Sedikitnya 4 peluang emas PSCS tercipta di babak pertama baik melalui Jun Jin maupun Saiful, namun berkat kecemerlangan penjaga gawang PSIS Agus Murod gawang PSIS terselamatkan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua PSCS mencoba memasukan Fajar Listiyantara menggantikan Tri Apmadi, sehingga pola serangan semakin mengalir dengan apik. Lagi - lagi peluang - peluang yang tercipta gagal diselesaikan dengan baik oleh barisan penyerang PSCS. Menghadapi gempuran - gempuran tersebut, PSIS merubah skema serangan dengan pola permainan keras yang sering  mengakibatkan terjadinya perselisihan diantara pemain. Melalui serangan balik, PSIS hampir saja mencetak gol, dimana bola sudah mengarah ke gawang  Catur yang sudah kosong, namun sang kapten M. Fatkul mampu menyelamatkan lewat sapuannya.
Akhirnya kebuntuan PSCS pecah pada menit 92 (injury time) manakala Eka mampu menanduk bola ke gawang Agus Murod, dan skorpun berubah 1 - 0 untuk PSCS hingga peluit panjang berbunyi

PSCS TAHAN IMBANG PERSIKAB

Fatkul cs menjelang laga lawan PersikabCIREBON - Laga perdana tandang PSCS di Liga Ti-phone 2010 / 2011 di kandang  sementara PERSIKAB Bandung ( Stadion Bima Cirebon ) yang disiarkan secara live oleh ANTV memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Dalam laga keras 2 x 45 menit yang diwarnai 8 kartu kuning dan 1 kartu merah, raihan poin 1 berhasil dicuri oleh tim tamu debutan Divisi Utama PSCS Cilacap. Prediksi awal yang selalu mengunggulkan PERSIKAB Bandung berbalik 90 derajat, bahkan PSCS mampu menguasai jalannya pertandingan tersebut. Dengan formasi terbaiknya, sejak awal kick off PSCS langsung melakukan gempuran - gempuran ke jantung pertahanan PERSIKAB. Pressing ketat Mahop terhadap Rodrigo Santoni benar benar ampuh. Striker PERSIKAB yang berkarakter keras berkali - kali pergerakannya mampu dilumpuhkan pemain belakang PSCS.Bahkan berkali - kali serangan PSCS yang digalang melalui Jun Jin dan Hari Caniago sempat membuat ketar ketir kubu Persikab. Setidaknya dalam babak pertama dua peluang emas tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh pemain PSCS. Lemahnya penyelesaian Caniago membuat pelatih PSCS Agus Riyanto mengubah strategi dengan menariknya dan digantikan oleh Fajar Listiyantara. Masuknya Fajar semakin membuat serangan PSCS mendebarkan jantung kubu Persikab, bahkan tendangan gledek Fajar dari jarak 35 meter hampir saja membuahkan goal manakala bola tidak berhasil ditepis kiper Persikab. Sebetulnya PSCS memiliki kesempatan yang baik dengan dikartu merahnya pemain Persikab Feby Martika yang mengganjal keras Eka Wijayanto. Namun kondisi ini tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh tim PSCS, hingga akhir pertandingan skor tetap 0 - 0.

CIREBON - Laga perdana tandang PSCS di Liga Ti-phone 2010 / 2011 di kandang  sementara PERSIKAB Bandung ( Stadion Bima Cirebon ) yang disiarkan secara live oleh ANTV memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Dalam laga keras 2 x 45 menit yang diwarnai 8 kartu kuning dan 1 kartu merah, raihan poin 1 berhasil dicuri oleh tim tamu debutan Divisi Utama PSCS Cilacap. Prediksi awal yang selalu mengunggulkan PERSIKAB Bandung berbalik 90 derajat, bahkan PSCS mampu menguasai jalannya pertandingan tersebut. Dengan formasi terbaiknya, sejak awal kick off PSCS langsung melakukan gempuran - gempuran ke jantung pertahanan PERSIKAB. Pressing ketat Mahop terhadap Rodrigo Santoni benar benar ampuh. Striker PERSIKAB yang berkarakter keras berkali - kali pergerakannya mampu dilumpuhkan pemain belakang PSCS.Bahkan berkali - kali serangan PSCS yang digalang melalui Jun Jin dan Hari Caniago sempat membuat ketar ketir kubu Persikab. Setidaknya dalam babak pertama dua peluang emas tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh pemain PSCS. Lemahnya penyelesaian Caniago membuat pelatih PSCS Agus Riyanto mengubah strategi dengan menariknya dan digantikan oleh Fajar Listiyantara. Masuknya Fajar semakin membuat serangan PSCS mendebarkan jantung kubu Persikab, bahkan tendangan gledek Fajar dari jarak 35 meter hampir saja membuahkan goal manakala bola tidak berhasil ditepis kiper Persikab. Sebetulnya PSCS memiliki kesempatan yang baik dengan dikartu merahnya pemain Persikab Feby Martika yang mengganjal keras Eka Wijayanto. Namun kondisi ini tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh tim PSCS, hingga akhir pertandingan skor tetap 0 - 0.
Keberhasilan mencuri angka di kandang lawan ini langsung mendapat ucapan selamat dari Wakil Bupati Cilacap yang datang langsung ke Stadion Bima bersama sejumlah pejabat Pemkab Cilacap. Pada kesempatan itu Wabup langsung menyerahkan bonus kepada Kapten Tim Fatkul sejumlah Rp. 15.000.000

SKUAD PSCS TIBA DI CIREBON

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam tim kebanggaan pesisir selatan Jawa Tengah PSCS Cilacap sekitar pukul 14.00 menginjakan kaki di bumi Cirebon. Tampak keceriaan punggawa PSCS mewarnai wajah mereka melupakan rasa lelah dan penat selama perjalanan. Mereka betul - betul menikmati perjalanan laga pertama di ajang Liga Ti-phone melawan Persikab Bandung Senin esok.
Begitu sampai di Hotel, Fatkul cs langsung menikmati makan siang bersama dan selanjutnya istirahat di masing - masing kamar. Sektar jam 16.30 sore tim melakukan latihan peregangan ringan / senam dipimpin pelatih fisik Subarkah di areal rumput hotel. Rencana sore latihan di stadion Bima urung dilakukan, karena Panpel memberikan waktu kepada PSCS esok hari jam 08.30 - 09.30 WIB. Sedangkan sore harinya jam 19.00 WIB baru dilakukan temu teknik di rumah makan Nyi. Iteung. Bas

PSCS CILACAP AWALI LAGA PERDANA DIVISI UTAMA MELAWAN PERSIKAB BANDUNG

Kesebelasan PSCS Cilacap mengawali laga perdana di divisi utama liga Indonesia melawan Persikab Kabupaten Bandung di lapangan Bima Cirebon pada Senin (22/11) besok Pkl 15.30. untuk kesiapan tersebut, Jumat (19/11) pagi seluruh tim PSCS Cilacap, mulai dari Ketua Harian Farid Maruf, Manajer Rosikin, Pelatih Agus, pengurus, dan seluruh PSCS, mohon doa restu dan berpamitan kepada Wakil Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji.
Pamitan berlangsung di ruang Gadri Pendopo Wijayakusuma, dihadiri para staf ahli Bupati dan kepala dinas instansi dan undangan lain. Manajer PSCS Cilacap Rosikin dalam laporannya mengatakan, bahwa tim PSCS dalam kondisi baik sehat dan siap berjuang untuk mengharum nama Cilacap di kancah divisi utama liga Indonesia dan persepakbolaan nasional.
Rosikin menambahkan, bahwa laga perdana PSCS Cilacap dengan Persikab Kabupaten Bandung juga akan disiarkan secara langsung oleh ANTV pada Senin (22/11) besok mulai pukul 15.30. Tim PSCS Cilacap dijadwalkan akan berangkat Sabtu pagi (20/11) dan sore harinya akan melihat-lihat lapangan Bima Cirebon, dan hari Minggunya Tim PSCS Cilacap akan mencoba lapangan Bima Cirebon. Wakil Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji dalam sambutan pelepasannya menekankan, agar PSCS Cilacap dimana-mana menang, baik itu pertandingan tandang maupun laga di kandang sendiri.
Wabup juga menjanjikan akan memberikan bonus ketika PSCS Cilacap bisa meraih kemenangan dalam setiap laganya. Bonus Rp. 20 juta menanti, manakala PSCS Cilacap mampu menorehkan kemenangan menghadapi lawan-lawannya. (hromly)

hasil pembagian grup divisi utama 2010/2011




Setelah beberapa kali di undur , akhirnya PT Liga Indonesia akhirnya melakukan pembagian grup untuk 39 klub yang akan berlaga dalam kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011.

Sama seperti musim sebelumnya, kompetisi Divisi Utama kali ini kembali dibagi dalam tiga grup. Faktor geografis masing-masing klub menjadi pertimbangan utama pihak PT Liga Indonesia dalam menentukan pembagian grup ini.

Dari hasil pembagian grup yang dilakukan Jum'at (22/10) kemarin, PSCS CILACAP dipastikan bergabung dalam Grup II atau grup tengah bersama 12 klub lainnya yang tersebar di pulau Jawa, Maluku dan Papua.

Ke 12 klub tersebut adalah Persikota Tangerang, PSIS Semarang, PSCS Cilacap, PPSM Magelang, PSIM Yogyakarta, Persis Solo, Gresik United, PSBI Blitar dan Persik Kediri, yang semuanya berada di pulau Jawa. Sedangkan 3 tim dari kawasan Indonesia Timur yang satu grup Mitra Kukar adalah Persemalra Maluku Tenggara, Persiram Raja Ampat dan Perseman Manokwari.

PT Liga Indonesia juga menetapkan kick off kompetisi Divisi Utama musim ini akan dimulai pada 15 November 2010 mendatang. Kendati demikian, jadwal pertandingan masih belum dirilis pihak PT Liga Indonesia.
Hasil Pembagian Grup Divisi Utama 2010/2011

Grup I
01. Persiraja Banda Aceh
02. PSAP Sigli
03. PSSB Bireuen
04. PSLS Lhokseumawe
05. PSMS Medan
06. Pro Titan FC
07. Persih Tembilahan
08. PS Bengkulu
09. Persipasi Bekasi
10. Persikabo Kabupaten Bogor
11. Persitara Jakarta Utara
12. Persita Tangerang
13. Persikab Bandung

Grup II
01. Mitra Kukar
02. Persikota Tangerang
03. PSIS Semarang
04. PSCS Cilacap
05. PPSM Magelang
06. PSIM Yogyakarta
07. Persis Solo
08. Gresik United
09. PSBI Blitar
10. Persik Kediri
11. Persemalra Tual
12. Persiram Raja Ampat
13. Perseman Manokwari

Grup III
01. PSS Sleman
02. Persiba Bantul
03. Persiku Kudus
04. PSIR Rembang
05. Persipro Probolinggo
06. PS Mojokerto Putra
07. Persebaya Surabaya
08. Persekam Metro FC
09. Persikubar Kutai Barat
10. Barito Putra
11. Persigo Gorontalo
12. Perseru Serui
13. Persidafon Dafonsoro
dari berbagai sumber_rito_

UJI COBA PSCS



Dalam lanjutan uji cobanya PSCS melakukan lawatan ke PSIM jogjakarta, PSS Sleman, Dan PSIS Semarang, dalam uji coba lawatan pertamanya tem lawan PSIM jogjakarta PSCS Cilacap menelan kekalahan, 0-1 dari tuan rumah PSIM Jogjakarta, gool yang di ciptakan dari titik putih di babak pertama, tak mampu dibalas para pemain PSCS cilacap hingga peluit akhir di bunyikan kedudukan tidak berubah.
Setelah lawan PSIM rencana tgl 13 oktober hari rabu besok PSCS akan berkunjung ke Stadionn Mandala Krida untuk menghadapi tuan rumah PSS Sleman, dan tgl 15 oktober akan menghadapi PSIS semarang di jati diri Semarang.
Laga melawan PSIM yg di jadwalkan sebelumya tidak dengan penonton maka PSCS tidak di dampingi Laskar Nusakambangan secara maksimal walau pada akhirnya pertandingan di buka untuk penonton.
Dalam laga uji coba selanjutnya Laskar nusakambangan rencananya akan berangkat mendukung kesebelasan PSCS ke sleman dan semarang. adapun jadwal dari basecamp rencananya akan berangkat pada rabu pagi.
Laga uji coba sebelumya PSCS unggul di kandangnya (stadion WIJAYA KUSUMA) atas tamunya 2-0 atas PSS Sleman, 3-0 lawan PSIM, dan 3-0 Atas PPSM
Salam LASKAR NUSAKAMBANGAN.
BRAVO PSCS_rito_

STARTING ELEVEN PSCS 2010/2011


PSCS Cilacap sebagai pendatang baru klub divisi utama pada kompetisi 2010-2011 ini, yang pada kompetisi tahun lalu menduduki juara III Divisi I dan berhak lolos bersama 7 klub lainnya untuk menaiki klas di divisi utama tahun ini. Sebagai pendatang baru PSCS tidak ingin hanya lewat begitu saja. Sejak berhasil lolos ke divisi utama langsung mempersiapkan tim dengan seaal mungkin dibandingkan dengan klub lain. Sebelum bulan puasa di akhir Juli dan awal Agustus sudah membuka seleksi pemain dengan menggelar Piala Bupati Cup, walaupun saat itu kalah lewat adu pinalti menghadapi Persiba Bantul pada fina; turnamen piala bupati cup 2010.

Setelah lebaran kemarin manajemen bersama pelatih langsung menggenjot pemain dengan fisik dan teknik. Dari program latihan selama ini cukup berhasil, terbukti pada pertandingan ujicoba melawan klu yang selevel dapat memenangkan dengan skor cukup besar.

Pada ujicoba menghadapi PSIM Jogakarta yang digelar Sabtu 25 September 2010 laskar Nusakambangan julukan PSCS Cilacap ini mampu mendulang 3 gol. dan pada ujicoba laga kedua dengan klub divisi utama juga dengan skor yang sama membumkam 3-0 atas tamunya PPSM Magelang yang digelar Senin 27 September 2010.

Dengan kemenangan ujicoba tersebut tampaknya manajemen PSCS sangat puas, serta optimis pada kompetisi divisi utama 2010-2011 yang akan dimulai Oktober 2010 ini bisa mengimbangi klub peserta kompetisi. Untuk lebih mematangkan kerjasama antar pemain serta pemantapan persiapan kompetisi, PSCS masih akan menggelar ujicoba. Rencana akan menghadapi PSS Sleman pada 6 Oktober 2010 dan mencoba Persiku Kudus pada 9 Oktober 2010 besok yang akan digelar di stadion Wijayakusuma Cilacap,
dari http://ps-sabdajati.blogspot.com/2010/09/starting-eleven-pscs-20102011.html

DUKUNGAN BUAT PSCS



Warga desa Karangputat kec Nusawungu kab Cilacap tidak mau ketinggalan demi mendukung kesebelasan PSCS Cilacap, Mereka berangkat menggunakan truk yg disewa secara kolektif. Pscs yang bermain dalam laga PURBALINGGA BUPATI CUP ini adalah ajang pra seleksi PSCS untuk bermain di divisi utama.
"inilah kami dari nusawungu walaupun jauh tetap kami dukung demi kecintaan kami pada CILACAP da PCSC" kata delep sebagai korlap nusawungu
setelah berada di stadion mereka langsung berbaur dengan barisan laskar nusakambangan dari berbagai wilayah Cilacap dan sekitarnya.
terikan, yanyian, yang kompak memberi suport kepada pemain yang sedang bermain tak henti hentinya mereka teriakan. "sampai serak aku... tapi ora papa demi PSCS. pokoke PSCS sampai MATI... " kata djadoel. dalam perjalanan pulangnya..
BRAVO PSCS..... KAMI SELALU MENDUKUNGMU...!!!!!!

PSCS JUARA II DI NUSAJATI CUP 2010

PSCS cilacap akhirnya menempati juara II dalam turnamen NUSAJATI CUP Sampang, Setelah bermain imbang 1-1 sampai waktu normal melawan ps serbuk manjur Kroya, dan dilanjutkan dengan adu pinalti dengan hasil akhir PS SERBUK MANJUR 4-2 PSCS CILACAP,, mungkin faktor kelelahan para pemain yang satu hari sebelumya, bermain di ajang BUPATI CUP PURBALINGGA melawan PS TARUNA PURBALINGGA yang dimenangi PSCS dengan skor 1-0
Laga tersebut adalah pra seleksi pemain yang akan di rekrut PSCS untuk bermaindi DIVISI UTAMA LIGA INDONESIA musim depan, Selain turnamen di BUPATI cup Purbalingga PSCS juga akan mengikuti turnamen BUPATI cup Cilacap yang akan di gelar bulan juni atau juli yang akan datang.
Walaupun hanya menempati urutan kedua di nusajati cup, Laskar nusakambangan (sporter Pscs) menerima kekalahan tersebut dengan sportif, dan LASKAR NUSAKAMBANGAN berharap dalam turnamen turnamen selanjutnya PSCS mampu mengalahkan lawan lawanya.(rito)

LASKAR NUSAKAMBANGAN

Prestasi PSCS Cilacap yang mampu menembus Divisi Utama PSSI disambut antusias warga Kabupaten Cilacap. Keberhasilan PSCS juga tidak lepas dari dukungan besar supportter Laskar Nusakambangan yang selalu setia mengawal dimana pun bertanding. Dan kini, warga Cilacap demikian antusias menjadi suporter Laskar Nusakambangan. Mereka dengan sukarela ikut menjadi anggota Laskar. Keanggotaan Laskar kini tidak hanya di kota saja, namun sudah merambah hingga ke pelosok-pelosok desa, seperti di wilayah ex Distrik Sidareja.
Kemarin, Minggu(9/5) di Lapangan Kedungreja, Laskar Nusakambangan di wilayah Sidareja berkumpul untuk dikukuhkan oleh Wabup Cilacap H.Tatto Suwarto Pamuji. Menurut Camat Kedungreja Awaluddin Muri, tidak kurang dari 1000 Laskar Nusakambangan berdatangan dari desa-desa di wilayah eks Distrik Sidareja. Wabup H.Tatto Pamuji pada saat mengukuhkan Korlap yang dikomandani Supraptono, S.Pd mengaku sangat gembira dengan antusiasme warga di wilayah barat yang memberi dukungan moril kepada PSCS. "Luar biasa. Terimaksih atas partisipasi saudara-saudara dalam memberikan dukungan kepada PSCS", katanya. "Saya berharap, warga termasuk PNS untuk bersama-sama memberikan support kepada kesebelasan kebanggaan kita PSCS", ujarnya. Selanjutnya Wabup berharap, di wilayah-wilayah lain juga terbentuk Korlap Laskar Nusakambangan

Manajer PSCS divisi utama 2010-2011

Heru Harjanto SSos MM ditunjuk menjadi manajer tim PSCS Cilacap. Camat Karangpucung, Cilacap itu, akan memimpin tim berjuluk Laskar Nusakambangan selama mengarungi kompetisi Divisi Utama PSSI 2010-2011, yang direncanakan diputar mulai September mendatang.

Demikian keterangan Ketua Harian PSCS dan Pengkab PSSI Cilacap Farid Ma’ruf dalam jumpa pers usai final Kompetisi Antarklub Divisi Utama setempat, di Stadion Wijayakusuma, Sabtu petang. Pada acara itu dia didampingi Ketua Bidang Kompetisi dan Pertandingan Rosikin SSos MM, Sekum Wasis SSos dan Ketua Laskar Nusakambangan (organisasi suporter) Ahmad Nizar.

Penunjukan Heru, jelas Farid, merupakan keputusan pengurus PSCS. Langkah itu untuk penyegaran di tubuh PSCS mengingat Farid sudah tiga tahun menjadi manajer tim, mulai 2007 saat Divisi III, 2008 Divisi II dan 2009 Divisi I. Pada kompetisi Divisi I 2009-2010, PSCS lolos ke semifinal sekaligus promosi ke Divisi Utama.

BARA JAWARA DIVISI UTAMA PENGCAB PSSI KABUPATEN CILACAP

Tampil dengan penuh percaya diri, Persada mampu mendominasi. Bahkan sempat unggul terlebih dahulu melalui gol yang diciptakan Iwan Ambon pada menit ke-33. Namun keunggulan Persada 313 hanya bertahan dua menit, sebab PS Bara berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Adel pada menit ke-35.

Dua menit kemudian tendangan salto Marsono tak mampu dihalau penjaga gawang Persada sehingga merubah kedudukan 2-1 untuk PS Bara. Menjelang babak pertama berakhir PS Bara mendapat hadiah tendangan pinalti setelah Firdaus dijatuhkan pemain belakang Persada, namun Heri Nur Yulianto gagal menambah gol setelah tendangannya berhasil ditepis Fajar.

Pada babak kedua Persada berusaha mengejar ketinggalan dengan melakukan serangan balik, namun duet Iwan Ambon dan Ibrahim selalu dikandas dibarisan belakang PS Bara yang dikoordinir Firdaus.

Pada menit ke-75, melalui serangan yang dibangun melalui sayap kanan, PS Bara berhasil menggandakan kemenangan lewat gol yang dicetak Firdaus.

Dengan kemenangan tersebut PS Bara keluar sebagai juara Divisi Utama Pengcab PSSI Kabupaten Cilacap. Selain tropy, klub yang dihuni sejumlah pemain eks skuad PSCS Divisi I Liga Indonesia juga berhak mendapat hadiah sebesar Rp 5 juta.

Sedang PS Persada 313 harus puas sebagai runner-up dan mendapat hadiah sebesar Rp 3,5 juta. Disusul tempat ketiga dan keempat ditempati PS Persiraja Adiraja dan PS Putra Praja. Kedua klub itu mendapat hadiah masing-masing sebesar Rp 1,5 juta.

Sementara itu pencetak gol terbanyak diraih Didin Jahidin asal PS Persiraja yang mengemas 9 gol. Didin menerima hadiah uang Rp 750 ribu. Sedang pemain terbaik disandang Dani asal PS Persada 313 dan mendapat hadiah uang sebesar Rp 750 ribu.

Pada kesempatan penyerahan tropy dan hadiah yang dilakukan oleh Wakil Bupati beserta jajaran Muspida, juga diserahkan bantuan bola kepada seluruh klub anggota PSSI Kabupaten Cilacap dan para juara kompetisi Divisi I dan II PSSI Kabupaten Cilacap. Untuk Divisi I juara 1 PS Batenda, 2 PS Tunas Roda, 3 PSN dan Perseka, Divisi II juara 1 PS STM Doksoet, 2 PS Pelindo, 3 PS GSP.
Hasil putaran ini dijadikan ajang seleksi untuk pembentukan tim bayangan PSCS yang akan dipersiapkan mengikuti turnamen Nusajati Cup, Bupati Purbalingga Cup dan Bupati Cilacap Cup dalam waktu dekat, sekaligus penyiapan untuk pembentukan tim Divisi Utama Liga Indonesia. Para pemain yang terseleksi akan mulai melaksanakan latihan pada Minggu sore, 9 Mei 2010 di stadion Wijayakusuma Cilacap.

Persada dan PS Bara Bertemu Di Final Kompetisi Divisi Utama PSSI Pengcab Cilacap

PS Persada 313 dan PS Bara akan bertemu di final kompetisi sepakbola Divisi Utama PSSI Pengcab Cilacap 2010 setelah kedua tim berhasil menyingkirkan lawan-lawannya di babak semifinal yang berlangsung Selasa dan Rabu (27-28/4) sore di Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap.

Pertandingan final akan digelar di Stadion Wijaya Kusuma pada Sabtu (1/5). Pertemuan kedua tim ini dipastikan akan berlangsung menarik pasalnya keduanya diperkuat sejumlah eks pemain PSCS yang berlaga pada putaran Divisi Satu Liga Indonesia lalu. Seperti Firdaus dan Heri Nur Yulianto, keduanya membela PS Bara, sedangkan PS Persada 313 ada Risky Setiawan, Dodik Dwi H dan Iwan Ambon.

PS Persada 313 lolos ke final setelah mengalahkan PS Persiraja Adiraja dengan skor 3-2. Kemenangan Persada 313 berkat dua gol yang diciptakan Iwan Ambon pada menit ke 35 dan menit 60. Satu gol lainnya dicetak Ibrahim pada menit ke 40. Sedangkan gol balasan Persiraja dicetak Didin pada menit ke 37 dan Dhimas pada menit ke 85.

Sementara PS Bara melaju ke final setelah menang dalam drama adu pinalti atas PS Putra Praja dengan skor 3-2. Tiga pilar PS Putra Praja eks skuad PSCS yakni Heru Santoso, Yulia Mardianus dan Tri Apmadi yang bertugas sebagai algojo gagal menjebol gawang PS Bara.

Menurut Ketua Harian PSSI Pengcab Cilacap Farid Ma'ruf, ajang kompetisi ini sekaligus sebagai seleksi pemain skuad PSCS menghadapi putaran Divisi Utama Liga Indonesia mendatang.

DRAMA ADU PINALTI MELOLOSKAN PS BARA KE FINAL 0 komentar

Partai semi final kedua Kompetisi Divisi Utama PSSI Kabupaten Cilacap sore kemarin benar - benar menegangkan bagi kedua kesebelasan PS Bara maupun PS Putra Praja. Disaksikan sekitar 1000 orang, kedua kesebelasan secara silih berganti saling serang. Permainan kedua kesebelasan yang diperkuat para eks squad PSCS di Divisi I Ligina menjadi motor penggerak kedua kesebelasan.
Sebenarnya peluang mencetak gol lebih banyak PS Bara baik melalui Heri Nur Yulianto maupun Firdaus, namun cemerlangnya penampilan kiper muda Praja Wendra memupus peluang emas Bara. Demikian halnya dengan serangan Praja lewat Heru, Eka maupun Tri Apmadi beberapa kali kandas oleh rapatnya pertahanan Bara yang digalang Kusnanto cs. Hingga babak kedua berakhir skor masih imbang 0 - 0, sehingga harus dilakukan adu pinalti.
Pada tendangan adu pinalti sebenarnya Putra Praja berada di atas angin ketika Wendra berhasil menepis dua tendangan algojo Bara, namun ternyata keislan menimpa PS Praja, tembakan Heru menepis mistar, yang kemudian diikuti oleh tendangan Yulia dan Tri Apmadi yang melenceng ke kanan gawang. Score adu pinalti berakhir dengan 3 - 2 untuk kemenangan PS Bara, dan langsung disambut hangat para pendukungnya. Hasil tersebut memastikan PS Bara meraih tiket final dan akan bertanding melawan PS Persada pada hari Sabtu, 1 Mei 2010 di Stadion Wijayakusuma

PS PERSADA MERAIH TIKET FINAL

Laga semi final perdana Kompetisi Sepakbola Divisi Utama Pengcab PSSI Kabupaten Cilacap antara PS PERSIRAJA melawan PS PERSADA berlangsung menarik. Kedua kesebelasan yang diperkuat pemain materi Divisi I Liga Indonesia secara silih berganti saling menyerang. Gempuran dari kaki ke kaki yang diperagakan Iwan Ambon, Ibrahim dan Dodik sempat merepotkan pertahanan PERSIRAJA yang digalang DEDEAN. Demikian halnya dengan PERSIRAJA yang sesekali menusuk pertahanan melalui Didin, Voler dan Dimas selalu kandas oleh taktisnya pertahanan PERSADA yang digalang dua pemain bertahan PSCS Riski dan Mame.
Hingga 34 menit pertama kedua kesebelasan belum berhasil melesatkan gol ke gawang lawan. Namun dengan kelincahan gerakan pemain PERSADA Iwan Ambon dan Ibrahim, akhirnya kebuntuan tim PERSADA pecah dengan shooting keras Iwan Ambon yang mampu memperdaya pemain belakang dan penjaga gawang PERSIRAJA "Cimonong" pada menit 35, skor berubah 0 - 1. Ketinggalan gol PERSIRAJA berusaha menekan PERSADA dan akhirnya mampu menyamakan skor menjadi 1 - 1 melalui tendangan Didin pada menit 39. Namun skor imbang tidak hanya bertahan sekitar 1 menit, melalui serangan balik Ibrahim mampu mengecoh wing Persiraja Rosi dan melesatkan bola ke tiang jauh Cimonong, gool.....skor berubah 1 - 2 hingga babak pertama berakhir.
Pada babak kedua PERSADA kembali menguasai permainan, dan pada menit 60 Iwan Ambon kembali melesatkan kulit bundar ke gawang Cimonong, sehingga skor berubah 1 - 3. Ketinggalan 1 - 3 tidak membuat patah semangat pemain PERSIRAJA, hingga pada 5 menit sebelum bubaran Dimas mampu memperkecil ketinggalan Persiraja menjadi 2 - 3. Hingga wasit Fajar meniup peluit akhir babak kedua skor tetap 2 - 3 untuk kemenangan PS PERSADA, sehingga PS PERSADA memastikan lolos ke babak final yang akan digelar pada hari Sabtu, 1 Mei 2010.
Sedangkan partai semifinal kedua akan berlangsung besok, Rabu, 28 April 2010 di Stadion Wijayakusuma jam 15.30 antara PS BARA melawan juara bertahan PS PUTRA PRAJA

4 BESAR DIVIDI UTAMA PENGCAB PSSI CILACAP

Ajang pra seleksi PSCS Divisi Utama Ligina 2010 telah memasuki babak 4 besar. Keempat kesebelasan yang akan bertanding pada babak semifinal yaitu PS Persiraja, PS Putra Praja, PS Bara dan PS Persada. Babak 4 besar itu sendiri akan digelar di Stadion Wijayakusuma Cilacap pada hari Selasa tanggal 27 April 2010 antara juara pul A Persiraja Adiraja melawan runer up pul B PS Persada, Rabu tanggal 28 April 2010 antara juara pul B PS Bara melawan runer up pul A PS Putra Praja. Sedangkan partai final akan digelar pada hari Sabtu tanggal 1 Mei 2010.
Pertandingan babak 4 besar ini sudah diprediksi sebelumnya, karena keempat kesebelasan yang akan bertanding memiliki materi pemain yang tangguh dan diperkuat pemain - pemain Divisi Utama / Divisi I Liga Indonesia. Persiraja diperkuat Cimonong, Dedean, Voler, Dimas, Trimbil. Persada diperkuat Iwan Ambon, Riski, Dodi, Mame. Bara diperkuat Firdaus, Heri Nur, sedangkat Putra Praja diperkuat Eka Wijayanto, Yulia, Tri Apmadi, Heru Santoso, Hartono dan Dirman.
Menurut sekretaris Panpel ( Basuki ), ajang kompetisi ini merupakan agenda rutin Pengcab PSSI Kabupaten Cilacap yang terbagi dalam tiga kategori yaitu Divisi Utama, Divisi I dan Divisi II. Untuk pertandingan Divisi I dan II sudah diselesaikan dengan juara Divisi II : PS STM Dr. Soetomo dan runer up PS Pelindo, Divisi I : PS Batenda dan runer up PS Tunas Roda. Penyerahan hadiah akan dilakukan pada saat pertandingan final Divisi Utama pada hari Sabtu tanggal 1 Mei 2010 direncanakan akan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Cilacap.

PSCS IKUTI TURNAMEN DI MAOS

Setelah menyelesaikan kompetisi Divisi I liga Indonesia dan berhasil lolos di DIVISI UTAMA LIGA INDONESIA sebagai team promosi, bulan mei PSCS akan mempersiapkan laga yang akan di jalaninya,, sebagai ajang uji coba PSCS berencana mengikuti turnamen di SAMPANG MAOS yang akan di mulai tgl 10 mei 2010, dan turnamen tersebut juga di ikuti tem PSIM JOGJA dan PURWADADI FC.

Selain itu PSCS juga berencana mengikuti turnamen BUPATI CUP PURBALINGGA yang rencananya akan dimulai tamggal 22 mei 2010
tunamen Bupati Cup Purbalingga juga diikuti tem PSS SLEMAN, PERSIS SOLO, PPSM MAGELANG..

MAJU TERUS PSCS
SALAM LASKAR

PSCS JUARA III

Setelah kalah 0-1 atas pesemalra di semifinal, PSCS Cilacap yang di komandoi oleh M Fatkhul akhirnya mampu meraih kemenangann di laga terakhir perebutan juara III/IV, PSCS CILACAP yang bertemu PERSERUI di laga terakhir mampu memenangi pertandingan tersebut dengan skor 1-0 gol diciptakan oleh HERU S di babak ke II, dan hasil yang diraih TIM PSCS itu disambut gembira oleh warga cilacap, Dan PSCS akan berlaga di DIVISI UTAMA musim depan.

PSCS Cilacap Peringkat III Divisi I


cslacap.jpg 
Kesebelasan PSCS Cilacap (Jawa Tengah) tampil cemerlang untuk mengalahkan tim Perseru Serui 1-0 (0-0) pada pertandingan penentuan peringkat 3 kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2009-2010, Rabu (17/2) sore di Stadion Singaperbangsa, Karawang.

Gol tunggal kemenangan anak-anak Cilacap pada pertandingan yang disaksikan sekitar 5000 penonton ini dicetak oleh Heru Santoso pada menit ke-83.

"Sebenarnya lebih dari satu gol yang bisa dibuat jika para pemain lebih tenang dalam menyelesaikan peluang yang diperoleh, " ujar pelatih kepala PSCS Cilacap, Agus Rianto, seusai pertandingan.

Dibandingkan dengan lawannya, PSCS memang memiliki lebih banyak peluang untuk mencetak gol, termasuk di babak pertama.

Kubu Serui mengakui tak terlalu kecewa atas kekalahan lewat gpl tunggal menjelang pertandingan berakhir itu. "Kami sempat menduga pertandingan akan diakhiri dengan adu penalti," kata pelatih Serui, Hasan Maghrobi, sembari menambahkan bahwa target utama timnya sebenarnya memang lolos ke Divisi Utama pada musim kompetisi 2010-2011 mendatang.

Serui menurunkan starting-eleven tak berbeda jauh seperti saat menghadapi Persekam Metro Malang di babak semifinal Senin (15/2) lalu. Ekhwan tetap dipercaya mengawal gawang, walau kebobolan tiga gol saat dikalahkan Persekam 1-3 pada semifinal itu. Pemain lainnya adalah Liston Onabai, Samuel Kamber, Faisal Samber, Milo Ari Susanto, Arthur Bonai, Heri Suyanto,Venehard Fakuawor, Aldon Nako, Damianus Raweyai, Yoksan Ama, Marthen Ayoumi.

Di kubu PSCS Cilacap, duet manajer Drs. Farid dan pelatih Agus Rianto juga menurunkan kombinasi yang nyaris sama seperti ketika dikalahkan Persemalra Maluku Tenggara 0-1 di semifinal Senin malam. Nasiono tetap di bawah mistar gawang, sementara pemain lainnya adalah Risky Setiawan, Dedean Serdani, M.Fatchul, Eka Wijayanto, Julia Mardianus, Sapto Dhardari, Firdaus, Tri Apmadi, heriyanto, Heru Santoso.

Pertandingan penentuan peringkat 3-4 antara Perseru Serui dan PSCS Cilacap yang dipimpin oleh wasit Marhali (Jakarta Barat) ini disaksikan jajaran pimpinan BLAI, serta para kepala daerah dari keempat tim yang bertarung sejak babak semifinal.

"Kami memang sengaja mengundang para kepala daerah dari keempat tim semifinalis ini untuk menyaksikan langsung atmosfir pertandingan babak-babak menentukan ini," jelas Iwan Budianto, ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI)-PSSI, yang bekerja keras bersama Sekretaris BLAI Syauqi Suratno dan Direktur Bisnis Petri Octavianus menyukseskan gelaran babak semifinal dan final Divisi I di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jabar ini.

Khusus untuk pertandingan penentuan peringkat 3-4 dan final ini BLAI meningkatkan jumlah personil keamanan, yang terdiri dari gabungan aparat kepolisian dan matra lainnya. Jika pada babak semifinal Senin lalu jumlah personil keamanan hanya sekitar 100 orang, untuk dua pertandingan pamungkas ini disiagakan leih dari 200 personil.

"Wajarlah, atmosfir pertandingan peringkat 3-4 dan khususnya final tentunya berbeda dibanding semifinal sebelumnya. Pertandingan final tentunya lebih mengaduk-aduk emosi penonton, terutama pendukung fanatik kedua tim," jelas Iwan Budianto, mantan manajer tim Persik Kediri dan anggota Exco PSSI itu.

PSCS CILACAP JUARA GRUP



PSCS CILACAP benar benar menunjukan kalau bukan jago kandang, dalam lanjutan kompetisi 8 besar divisi I LIGA INDONESIA dimana PSCS masuk dalam grup M , PSCS menjuarai grup tersebut, kepastian juara grup ini setelah pertandingan yang di langsungkan di stadion SINGAPERBANGSA KARAWANG jum'at 5 februari 2010.

Meski tertinggal 0-1 lebih dulu di akhir babak pertama, akhirnya PSCS mampu menyamakan kedudukan di akhir babak ke II , Hingga peluit akhir di bunyikan skor akhir tetap 1-1,
gool PSCS di ciptakan oleh aksi gemilang HERU SANTOSO,

Hasil maksimal yang diraih punggawa PSCS tersebut langsung disambut suka cita oleh warga CILACAP dan sekitarnya, di wall grup facebook AKU CINTA CILACAP dan laskar nusakambangan demikian juga warga cilacap yang lain..

pertandingan selanjutnya yaitu semi final di rencanakan pada tanggal 12 februari 2010 dan final 14 feb 2010,

BRAVO PSCS

PSCS CILACAP MAKIN MANTAP JUARAI GRUP M

PSCS Cilacap dalam pertandingan keduanya melawan PSLS Lhoksuemawe, Rabu (3/2) di Stadion Singaperbangsa kembali memetik kemenangan. Gol tunggal yang memantapkan posisi PSCS Cilacap sebagai juara gup M, dicetak oleh Eka Wijayanto pada menit ke 87 babak kedua.
Menurut Sekretaris PSCS Cilacap, Wasis ketika dihubungi lewat telepon Kamis (4/02) mengatakan, dengan kemenangan ini klasemen sementara menunjukan PSCS Cilacap berada pada posisi puncak Grup M.
Dari 2 kali laga yang dipertandingkan yakni dengan PS Bengkulu dan PSLS Lhoksuemawe, PSCS Cilacap merampungkannya dengan baik dan mengkandaskan semua lawan-lawannya. Dengan dua kali main ini PSCS Cilacap berada di puncak klasemen dengan nilai 6, disusul Persekam Metro FC Malang dengan nilai 4 dari hasil 1 kali menang dan 1 kali seri. Tempat ketiga dan keempat di tempat masing-masing diduduki oleh PS Bengkulu dengan nilai 1 dan PSLS Lhoksuemawe dengan nilai 0.
Laga terakhir PSCS Cilacap, lanjut Wasis, adalah melawan Persekam Metro FC Malang yang akan dilangsungkan di stadion Singaperbangsa, pada 5 Pebruari. Pertandingan ini, menurut Wasis, sudah tidak berpengaruh bagi PSCS Cilacap yang sudah mengantongi nilai 6. Dengan hasil seripun, PSCS Cilacap sudah mampu mengantarkannya pada puncak tangga grup M

PSCS menang 2-1 atas PS Bengkulu

penampilan PSCS Cilacap pada laga perdana putaran ke 4 (8 Besar) Divisi I liga indonesia di Stadion Singaperbangsa, Karawang, 1 februari 2010 membuahkan hasil maksimal, Tertinggal 0-1 pada babak pertama, M Fatchul cs akhirnya membalikan keadaan menjadi menang 2-1 atas PS Bengkulu.
Heru Santoso adalah Pahlawan dalam pertandingan tersebut , kemenangan tim besutan Agus Riyanto itu adalah . Striker yang masuk di babak II menggantikan Taryono itu, dua kali menjebol gawang Bengkulu yang dijaga Deni Savrianto. Semua gol pada 15 menit sisa waktu pertandingan tercipta dengan bagus.

Gol Bengkulu dicetak Aziz pada menit ke-36. PSCS menyamakan kedudukan dengan tembakan keras Heru dari sudut kiri kotak penalti menit 76. Gol itu disambut suka cita Manajer Farid Ma'ruf, ofisial dan ribuan suporter Laskar Nusakambangan yang nglurug ke Karawang.

Sebelas menit kemudian Heru kembali memaksa kiper Bengkulu memungut bola dari gawangnya. Kali ini dia mencetak gol degan sundulan dari dalam kotak penalti, menyambut umpan lambung Asep dari sayap kanan.

Dengan kemenangan itu, PSCS sementara menduduki posisi kedua klasemen Grup M dengan nilai tiga. Posisi pertama ditempati Persekam Metro FC Malang, yang pada laga sebelumnya menaklukan PS Lhokseumawe, NAD dengan skor 3-1.

PSCS langsung menggebrak pada saat peluit kik of di bunyikan. Belum sampai 10 menit permainan berlangsung, PSCS mendapat dua peluang emas, semua diperoleh striker Taryono. namun peluang peluang itu belum bisa di maksimalkan dengan baik,
Pertama dalam posisi bebas di kotak penalti dia mendapat umpan matang dari Firdaus, namun bola sundulannya tipis di atas mistar. Lima menit kemudian dia mendapat bola muntah yang gagal ditangkap kiper hanya semeter dari tiang gawang. Kiper sudah terjatuh, tetapi Taryono terpeleset, sehingga bola diserobot lawan.

Pada babak II, sebelum menjebol gawang lawan, Heru dua kali mendapat peluang. Pertama bola tembakan bebas menerpa mistar. Si kulit bundar memantul mengarah Heryanto, namun gagal dimanfaatkan. Peluang kedua bola tembakan Heru bisa diselamatkan kiper dengan susah payah.

Meski diguyur hujan sepanjang pertandingan, partai itu berlangsung menarik. Permainan berlangsung dalam tempo cepat dan bervariasi. Kadang PSCS tertekan, kadang Bengkulu yang menguasai permainan. Begitu peluit panjang berbunyi, skor tidak berubah 2-1 untuk kemenangan PSCS

SEMI FINAL DAN FINAL DI STADION SINGAPERBANGSA KARAWANG

Setelah sukses menjadi arena yang mengantarkan PSCS Cilacap sebagai jawara babak 8 besar, kembali stadion Singaperbangsa Karawang menjadi arena pamungkas untuk pembuktian jawara Divisi I Ligina 2009. Kepastian itu diperoleh pada saat temu manager di sekretariat BLAI Jakarta pada tanggal 11 Februari 2010. Menurut Wasis yang menghubungi lewat telpon dari Jakarta, babak semi final dan final akan dilaksanakan pada tanggal 15 dan 17 Februari 2010 di stadion Singaperbangsa Karawang, yang diikuti oleh PSCS Cilacap, Persekam Metro FC Malang, Perserui Serui dan Perselmara Tual. Pertandingan babak semifinal pada tanggal 15 Februari 2010 akan mempertemukan antara Perserui vs Persekam Metro FC pukul 15.30 WIB dan PSCS Cilacap vs Perselmara Tual pukul 18.30 WIB. Sedangkan babak final pada tanggal 17 Februari 2010 memperebutkan juara 3 dan 4 pukul 15.30 WIB dan perebutan juara 1, 2 pukul 17.30 WIB.
Sementara itu dari Cilacap, tim PSCS terus berlatih di stadion Wijayakusuma Cilacap dengan terus mendapat dukungan dari sporter laskar Nusakambangan. Seluruh punggawa PSCS menyatakan siap bertanding dan ingin mempersembahkan tropy Divisi I ke Bumi Wijayakusuma. Tim PSCS direncanakan akan bertolak ke Karawang pada Sabtu malam dari mess PSCS.

Putaran ke-4 akhirnya di KERAWANG

PUTARAN KE-4 divisi satu liga Indonesia akhirnya di langsungkan di stadion SINGAPERBANGSA KARAWANG Jawa barat, pertandingan yang akan diikuti oleh 4 tem ini mulai dilaksanakan mulai tgl 1 februari 2010 hingga 5 februari 2010, dengan ketentuan main pada tanggal 1, 3, DAN 5 februari.
adapun pertanding dalam satu hari dilaksanakan 2 partai yaitu partai 1 dari jam 04;00 s-d jam 06;00 sore dan jam 07 s-d jam 09;00 malam.

PSCS TERUS GENJOT PEMAIN HADAPI 8 BESAR DIVISI I LIGA INDONESIA 2009

Meskipun belum jelas jadwal dan tempat pertandingan babak 8 besar Divisi I Liga Indonesia 2009, tidak membuat tim PSCS bersantai - santai. Skuad Laskar Nusakambangan terus menambah menu latihan dan pematangan tim di stadion Wijayakusuma Cilacap. Untuk menjaga performa tim, PSCS telah melakukan 3 laga latih tanding dengan tim Bapor Pertamina, PSN dan Cakra yang semuanya merupakan klub lokal Cilacap. Dari hasil latih tanding tersebut semuanya dimenangkan PSCS, 7 - 1 dengan Bapor Pertamina, 2 - 0 dengan PSN dan 5 - 0 dengan Cakra.
Disamping itu guna menjaga kebugaran dan kemampuan fisik pemain, tim juga terus digenjot secara fisik di perairan pantai teluk penyu sambil refreshing guna mengurangi kejenuhan pemain menunggu babak 8 besar. Untuk babak 8 besar itu sendiri PSCS akan bergabung dengan Persekam Malang, PS Bengkulu dan PSLA Lhoksumawe, sedangkan jadwal sampai sekarang belum dirilis BLAI PSSI. Namun dari sumber BLAI diperkirakan akan diselenggarakan pada tanggal 24 Januari 2009.

JADWAL PERTANDINGAN PSCS PUTARAN IV DIVISI 1 TIDAK JELAS



Meski antusias warga Cilacap sangat tinggi untuk mendukung kesebelasanya nanmun jadwal yang ditetapkan BLAI belum jelas juga,
Sporter PSCS Cilacap yang tergabung dalam Barisan LASKAR NUSAKAMBANGAN sangat berharap dapat memberi dukungan terhadap tem PSCS CILACAP pada laga 8 besar (putaran IV) divisi I liga Indonesia, oleh karenanya jajaran menejemen Pscs mengajukan pertandingan putaran ke IV ini untuk dilangsungkan di stadion WIJAYA KUSUMA CILACAP, tidak hanya PSCS yang berharap menjadi tuan rumah, Persekam metro fc pun mengajukan diri sebagai tuan rumah.
Dari rapat yang dilakukan bersama BLAI akhirnya memutuskan pertandingan di langsungkan di tempat netral. STADION LEBAKBULUS jadi pilihannya, namun entah disebabkan karena hal apa yang menyebabkan pertandingan yang di jadwalkan tanggal 28 januari 2010, di undur tgl 1 februari dan di pindah ke STADION SUMANTRI BROJONEGORO KUNINGAN JAKARTA PUSAT (sampai saat ini pun belum jelas)
BISA GA SIH YA.......????? BLAI menyusun jadwal pertandingan yang lebih permanen...????
paling tidak penetapan jadwal pertandingan itu jauh jauh hari sebelum pertandingan tersebut dilaksanakan..????(rito)