MAAF, BLOG INI MASIH DALAM PENGEMBANGAN ,,, FORUM SILATURAHMI LASKAR NUSAKAMBANGAN BATAVIA,, SILAHKAN KIRIMKAN KOLEKSI FOTO , ARTIKEL, SARAN KALIAN MELALUI EMAIL (lanusbatavia@yahoo.com).. kiriman yang layak akan kami muat dalam blog ini -------------------------->>>> kunjungi juga FORUMLANUSBATAVIA.BLOGSPOT.COM
Tampilkan postingan dengan label pssi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pssi. Tampilkan semua postingan

Timnas Indonesia sitekuk Bahrain 2-0 di GBK


Tim Nasional (Timnas) Indonesia kembali gagal memetik satu angka pun dari dua pertandingan babak ketiga penyisihan Grup E Zona Asia Piala Dunia 2014. Walau bermain cukup maksimal di kandang sendiri Selasa malam (6/9), Timnas akhirnya harus mengakui kekalahan dengan skor 0-2 dari kesebelasan Bahrain.

Pertandingan yang disaksikan lebih dari lima puluh ribu penonton yang memadati Stadion Utama GBK Senayan itu, juga disiarkan langsung oleh beberapa jaringan media nasional. Dari pantauan VOA, para pemain Timnas tampil cukup memukau di awal pertandingan, Kapten Timnas Bambang Pamungkas langsung memimpin rekan-rekannya menggempur pertahanan lawan.

Namun sayang, perjuangan anak-anak asuhan pelatih Timnas, Wim Rijsbergen , tampaknya sampai akhir pertandingan tak satu pun berhasil menggolkan bola ke gawang kesebelasan Bahrain. Timnas Indonesia harus mengakui ketangguhan para pemain lawan.

Gol kemenangan tim Bahrain dicetak oleh Sayed Dhiya Saeed pada menit 45 dan Ismaeel Abdullatif pada menit 72.

Pada menit ke-80, pertandingan Indonesia melawan Bahrain di penyisihan Grup E Zone Asia Piala Dunia 2014 itu sempat dihentikan oleh wasit Lee Min Hu asal Korea Selatan. Wasit menghentikan pertandingan selama sekitar 15 menit, akibat ulah penonton yang menyalakan kembang api.

Kapten kesebelasan Timnas Bambang Pamungkas menyesalkan insiden tersebut.
Usai pertandingan, berbicara kepada wartawan Bambang Pamungkas mengatakan, “Sebenarnya semua tidak ingin pertandingan dihentikan, alasannya karena kembang api itu tidak masuk lapangan dan sudah berhenti. Saya mengungkapkan itu kepada komisioner pertandingan, tapi mereka mengatakan peraturan bahwa pemain harus keluar (selama) 15 menit. Dia ingin keamanan melakukan tugasnya untuk menghentikan kembang api. Saya berterima kasih karena penonton mengerti keadaan.”

Walau kalah telak 0-2 dari Bahrain, Kapten Timnas Bambang Pamungkas mengatakan mereka cukup optimis dapat menyelesaikan seluruh fase pertandingan tersisa.
“Lebih dari itu saya minta maaf, karena tim kita bermain tidak sebaik yang mereka (penonton) inginkan dan kita harus kalah di sini. Kita masih punya empat pertandingan yang mungkin dikatakan berat , tapi tidak ada yang mustahil dalam sepak bola, kita akan tetap berusaha dan mungkin akan menurunkan pemain-pemain baru, saya yakin Indonesia masih punya harapan,” ujar Bambang.

Kalangan pengamat sepak bola memuji ketegasan wasit yang mengawasi pertandingan malam itu. Pengamat mengatakan menyalakan petasan dan kembang api dilarang dalam peraturan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) , selain akan menghadapi ancaman denda miliaran Rupiah, pihak tuan rumah juga akan menghadapi sanksi lain, yaitu, bisa menggelar pertandingan namun tanpa disaksikan penonton di lapangan pertandingan.

Pekan lalu, di Teheran, Iran, Timnas Indonesia dikalahkan kesebelasan Iran dengan skor telak 0-3.

Pertandingan selanjutnya, Indonesia akan menjamu tim Qatar pada 11 Oktober mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Sementara, pada 11 November 2011, Timnas Indonesia akan bertolak menuju Qatar untuk bertanding menghadapi tim kesebelaan negara itu.

Pemain Timnas Indonesia yang tampil Selasa malam dengan kekuatan inti, antara lain Markus Haris Maulana, M. Roby, Hamka Hamzah, M. Nasuha, kapten kesebelasan Bambang Pamungkas, Christian Gonzales dan Boas Salossa.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga, ikut menyaksikan langsung pertandingan antara timnas Indonesia dan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Indonesia di kalahkan Iran di Azadi Teheran 3-0


Tim nasional (timnas) Indonesia masih terlalu sering kehilangan bola pada pertandingan babak pertama melawan Iran pada laga putaran III Pra Piala Dunia 2014 di Stadion Azadi Teheran, Jum`at (2/9).
Hingga 45 menit pertama berakhir, tim Merah Putih yang diasuh Wim Rijsbergen masih kesulitan menjebol gawang Iran dan hingga babak pertama berakhir kedudukan masih imbang 0-0.
Pada pertandingan dipimpin wasit asal Jepang, Masaaki Toma, itu, Iran lebih menguasai jalannya pertandingan melalui serangan-serangan yang banyak dilakukan Farhad Majidi, Reza Khalatbari, maupun Gholam Reza. Ketiga pemain tersebut berulangkali membahayakan gawang Timnas Indonesia yang dikawal Markus Horison.
Sementara gawang tuan rumah Iran yang mengenakan kostum putih-putih-putih nyaris tak mendapatkan serangan berbahaya, kecuali ketika tendangan kaki kiri Bambang Pamungkas melalui umpan pendek Christian Gonzales pada menit ke-36 melayang di atas mistar gawang Iran yang dikawal Mehdi Rahmati.
Menit ke-44 tendangan kaki kiri Gholam Reza juga masih melayang diatas mistar gawang Markus Horison. Secara keseluruhan Timnas Merah Putih lebih sering cepat kehilangan bola. Sedangkan Iran yang diasuh pelatih Carlos Queiroz unggul dalam permainan, tetapi kiper Markus Horison cukup gemilang dalam mempertahankan gawangnya dari gempuran pemain lawan yang banyak mengandalkan serangan melalui sayap.
Sepanjang babak pertama, setidaknya tim Iran mencatat enam peluang emas, sedangkan tim Indonesia hanya satu peluang.
pada babak kedua Timnas Indonesia tidak mampu menahan serangan serangn yang di bangun tim iran hingga menit ke 52 , tim Iran merubah keduukan menjadi 1-0 lewat Javad nekoman, Javad nekoman menambah gol lagi untuk tim Iran di menit ke 73 sekaligus mencatatkan namaya sebagai top skor grop 5 zona asia, Iran memenangi  pertandingan perdana pra piala dunia grup 5  dengan skor 3-0, gol terakhir Iran di cetak Andranik Timotian Smarani pada menit ke 86.

hasil pertandingan kualifikasi ppd zona asia
grup 1; China ( 2 - 1 ) Singapore # Iraq ( 0 - 0 ) Jordan
grup 2; Korea Republic ( 6 - 0 ) Lebanon # U.A.E. ( 2 - 3 ) Kuwait
grup 3; Japan ( 1 - 0 ) Korea DPR # Tajikistan ( 0 - 1 ) Uzbekistan
grup 4; Australia ( 2 - 1 ) Thailand # Oman ( 0 - 0 ) Saudi Arabia
grup 5; Iran ( 3 - 0 ) Indonesia # Bahrain ( 0 - 0 ) Qatar
klasement sementara grup 5 zona Asia
klub main menang seri kalah memasukan  kemsukan point
IRAN 1 1 0 0 3 0 3
QATAR 1 0 1 0 0 0 1
BAHRAIN 1 0 1 0 0 0 1
INDONESIA 1 0 0 1 0 3 0

Laporan Hasil Assesment Liga Profesional PSSI


Berdasarkan data hasil verifikasi administrasi yang telah dilakukan oleh tim asistensi assessment Liga Profesional PSSI, disimpulkan hal hal sebagai berikut :
1. Tidak ada satupun klub yang mampu memenuhi seluruh persyaratan klub profesional sesuai dengan standar Liga Champions Asia.
2. Lebih dari 10 klub profesional dari musim lalu (ISL) tidak memiliki laporan keuangan yang telah diaudit.
3. Klub yang telah menyerahkan deposit partisipasi atau bank garansi kepada PSSI berasal bukan dari level ISL dan Divisi Utama klasemen terakhir, tetapi dari Divisi di bawah.
4. Selanjutnya Komite Kompetisi PSSI memutuskan membagi Kompetisi Profesional ke dalam dua strata:

A. Kompetisi Liga Profesional Level
Liga Profesional level 1 akan dibagi dalam 2 grup, dengan masing-masing grup berisi 16 klub. Total peserta 32 klub.

B. Kompetisi Liga Profesional Level 2
a) Liga profesional level 2 akan dibagi dalam 4 grup, masing-masing 12 klub. Total peserta 48 klub.
b) Karena level 2 masih butuh 10 klub tambahan dan memenuhi kuota tersebut, maka PSSI masih membuka kesempatan kepada 10 klub dari divisi 1 di luar klasemen musim lalu untuk ikut pada kompetisi level 2. Dengan catatan klub tersebut dapat memuni syarat yang telah diwajibkan (berbadan hukum PT).

Berikut 34 klub calon peserta kompetisi Liga Profesional level 1:

1. Persipura Jayapura
2. Arema
3. Persija Jakarta
4. Semen Padang
5. Sriwijaya FC
6. Persisam Samarinda
7. Persib Bandung
8. Persiwa Wamena
9. Persela Lamongan
10. Persiba Balikpapan
11. PSPS Pekanbaru
12. Pelita Jaya
13. Deltras Sidoarjo
14. Persijap Jepara
15. Bontang FC
16. Persema Malang
17. Persibo Bojonegoro
18. PSM Makassar
19. Mitra Kukar
20. Persiraja Banda Aceh
21. PSMS Medan
22. Pro Duta FC
23. Persik Kediri
24. PSIS Semarang
25. PSCS Cilacap
26. Persikota Tangerang
27. Persis Solo
28. Persiba Bantul
29. Persebaya Surabaya
30. PS Barito Putra
31. PSS Sleman
32. PSIR Rembang
33. PS Bengkulu
34. Persipasi Bekasi

** Bagi klub Arema, Persebaya dan Persija akan ditunggu penyelesaian masalah internalnya dan PSSI akan mengundang para pihak yang terkait dengan klub.

Liga Profesional level 2 akan diikuti 48 klub peserta. Sebanyak 2 klub dari level 1 yang tidak lolos kelaikan stadion, 36 dinominasikan dari klub yang sudah mendaftar dan akan diverifikasi lagi 10 klub dari Divisi 1 di luar klasemen musim lalu untuk ikut pada kompetisi level 2. Dengan catatan klub tersebut dapat memenuhi syarat yang telah diwajibkan (berbadan hukum PT) sebelum akhir musim kompetisi 2011/2012.

Berikut 36 klub yang dinominasikan mengikuti kompetisi Liga Profesional level 2:

1. PSAP Sigli
2. Persita Tangerang
2. Persih Tembilahan
4. Persitara
5. Persikabo
6. PSLS Lhoksuemawe
7. PSSB Bireun.
8. Persires Rengat
9. Persiram Rajam Ampat
10. Gresik United
11. Perseman Manokwari
12. PSIM Yogyakarta
13. Persikab Bandung
14. Persemalra Tual
15. PPSM Magelang
16. Persidafon Dafonsoro
17. PSBI Blitar
18. Persigo Gorontalo
19. Persiku Kudus
20. Persipro Probolinggo
21. Perseru Serui
22. PSMP Mojokerto
23. PSBS Biak
24. Persbul Buol
25. Persepam Pamekasan
26. PSBL Langsa
27. Perssin Sinjai
28. Madiun Putra
29. Persewangi Banyuwangi
30. Persip Kota Pekalongan
31. PSBK Blitar
32. PSGL Gayo Lues
33. KSB Sumbawa Barat
34. Persitema Temanggung
35. Persid Jember
36. Persepar Palangkaraya

PSSI Gelar Ujian Agen Pemain


PSSI melalui Direktorat Status dan Alih Status Pemain akan menyelenggarakan ujian agen pemain yang rencananya berlangsung pada tanggal 29 September 2011 di Sekretariat PSSI, Senayan, Jakarta. Agenda ini sesuai dengan surat FIFA circular 1268 tertanggal 29 Juni 2011 perihal ujian para agen pemain.

Adapun persyaratan untuk dapat mengikuti ujian ini adalah sebagai berikut :

1. Biaya Ujian sebesar Rp 2.500.000.- (dua juta lima ratus ribu rupiah)
2. Surat permohonan keikutsertaan ujian agen
3. Melampirkan Bio Data :
ï‚§ Pengalaman mendatangkan pemain
ï‚§ Pengalaman dalam persepakbolaan
ï‚§ Foto 4x6 berwarna 2 lembar
4. Bagi WNA yang akan mengikuti ujian agen, harus telah tinggal di wilayah NKRI minimal 2 (dua) tahun berturut-turut dengan membuktikan surat keterangan tinggal dari pejabat setempat.
5. Saat ujian tidak diperkenankan membawa kamus dan Regulasi FIFA dan PSSI.

Pendaftaran ujian ini akan ditutup pada tanggal 5 September mendatang.

Sebagai bahan persiapan untuk menghadapi ujian ini, para peserta dapat mempelajar dokumen – dokumen sebagai berikut :

ï‚§ FIFA Statutes.
ï‚§ Regulations Governing the Application of the FIFA Statutes.
ï‚§ FIFA Regulations on the Status and Transfer of Players, edition 2010.
ï‚§ Rules for the Status and Transfer of Futsal Players, Annex 6 of the FIFA Regulations on the Status and Transfer of Players.
 FIFA Players’ Agents Regulations, edition 2008.
 Rules Governing the Procedures of the Players’ Status Committee and the Dispute Resolution Chamber, edition 2008.
ï‚§ FIFA Disciplinary Code, edition 2011.
ï‚§ Circulars and any annexes as follows :
ï‚§ No. 792 Coordinated International Match Calendar
 No. 1125 Revised FIFA Players’ Agents Regulations
 No. 1147 Eligibility to play for representative teams articles 15 – 18 of the Regulations Governing the Application of the FIFA Statutes
 No. 1148 Revised Rules Governing the Procedures of the Players’ Status Committee and the Dispute Resolution Chamber
 No. 1160 Revised FIFA Players’ Agents Regulations
ï‚§ No. 1185 FIFA Regulation on the Status and Transfer of Players
 No. 1190 Revised Regulations on the Sttus and Transfer of Players – Protection of minors
ï‚§ No. 1200 Amendments to the FIFA Statutes and to the Regulations Governing the Application of the Statutes
 No. 1206 Revised Regulations on the Status and Transfer of Players – Protection of minors
ï‚§ No. 1209 Protection of minors
 No. 1233 Amended Regulations on the Status and Transfer of Players and reviewed Rules Governing the Procedures of the Players’ Status Committee and the Dispute Resolution Chamber.
 No. 1249 Regulations on the Status and Transfer of Playrs – training compensation and the categorisation of clubs.
 No. 1264 FIFA Regulations on the Status and Transfer of Players – Categorisation of clubs and registration periods.
Materi ujian di atas dapat didownload di FIFA Website : www.FIFA.com

Keterangan lebih lengkap, klik di bawah ini :
SURAT PEMBERITAHUAN UJIAN AGEN 
 suber pssi-football.com

24 pemain lolos seleksi timnas u 23


Manajemen dan tim pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 akhirnya mengumumkan 24 pemain yang lolos seleksi. Selanjutnya, pemain-pemain ini akan berkumpul di Jogjakarta, 4 September mendatang untuk kemudian diberangkatkan ke Hong Kong.

Manurut data yang diterima , dari 28 peman, tim pelatih Timnas U-23 telah mendegradasi empat pemain. Keempat pemain itu adalah Johan Angga Kusuma (Persijap), Marcelino Mandagi (Bontang FC), Yunet Nardianto Wiboso (Solo FC) dan Joko Sidik (Bontang FC).

"Saya dapat infornya dari BBM mas. Mungkin anak-anak yang lain juga dapat," kata Andik Vermansyah, Minggu (28/82011) siang. Ucapan Andik bahwa ia mendapat info dari BlackBerry Messenger (BBM) juga diamini Septia hadi. Pengumuman itu dikirim Sekretaris Timnas U23, Tita Zainab Riza ke seluruh pemain.

Ketika dikonfirmasi, manajer Timnas U-23, Roso Daras membenarkanjika pihaknya sudah mengumumkan edaran pemain yang lolos seleksi. Namun, lanjut Roso, ke-24 pemain ini bukanlah hasil final. Sebab pelatih Rahmad Darmawan masih akan melakukan penambahan dari timnas senior, tiga pemain Persipura dan dua pemain Timnas SAD (Sociedad Anonima Deportivo).

"Masih terbuka kemungkinan penambahan dan pengurangan," kata pria yang juga menjabat sebagai CEO Bali Devata ini.

Nantinya, ke-24 pemain yang lolos akan mengikuti pemusatan latihan (TC) di Jogjakarta. Saat berkumpul di Kota Gudeg, manajemen meminta pemainmembawa paspor. Karena, seperti yang disampaikan Rahmad, mulai 11 September mereka akan terbang ke Hong Kong untuk menjalani serangkan uji coba internasional.[sya/kun]

Berikut nama-nama pemain yang lolos seleksi

1. Aa Ngurah Wahyu
2. Andritany Ardhyasa
3. Andik Vermansyah
4. Dendi Santoso
5. Kim Jeffrey Kurniawan
6. Thomas Rian Bayu
7. Joko Sasongko
8. Rivki Mokodompit
9. Yongki Aribowo
10. Diego Michiels
11. Ruben Wuarbanaran
12. Zulham Zamrun
13. Jajang Mulyana
14. Jajang Sukmara
15. Johan Juansyah
16. Hasyim Kipuw
17. Ramdhani Lestaluhu
18. Mahadirga Lasut
19. Irfan Raditya
20. Rishadi Fauzi
21. Patrich Wanggai
22. Abdurrahman
23. Septia Hadi
24. Hendro Siswanto

Indonesia 0-1 Yordania


Tim nasional (timnas) Indonesia akhirnya dipaksa menyerah 0-1 atas tuan rumah Yordania pada laga uji coba internasional terakhir persiapan putaran III Pra Piala Dunia (PPD) Zona Asia di Amman Internasional Stadium, Amman Yordania, Minggu (28/08/2011) dini hari Wib.

Bagi pelatih timnas Indonesia, Wim Rijsbergen, hasil pertandingan laga uji coba bukan hal utama. Namun, yang lebih penting melihat kemampuan dan perkembangan para pemainnya, serta untuk menerapkan komposisi tim dan strategi untuk menghadapi Iran di putaran III grup E Pra Piala Dunia (PPD) Zona Asia, Jumat (2/9) mendatang.

Gol Tunggal kemenangan Yordania yang menempati grup A Puranan III Pra Piala Dunia (PPD) Zona Asia, diukir striker handalnya, dari Abdullah Deeb di menit 51 melalui tendangan penjuru.

Di babak pertama pertandingan berjalan imbang, kedua tim saling melancarkan serangan berbalasan, dan saling memperkokoh pertahanan. Peragaan yang terfokus terhadap pertahanan, kedua tim sulit untuk menembus areal berbahaya lawan, dan harus melakukan spekulasi dengan tendangan jarak jauh. Sehingga hingga turun minum kedudukan tetap imbang, tanpa gol.

Memasuki babak kedua, tuan rumah meningkatkan permain untuk memanfaatkan kelelahan tim "Merah Putih". Baru memasuki enam menit babak kedua Yordania berhasil memenuhi ambisinya menjebol gawang Indonesia yang dikawal Markus Haris, merubah kedudukan 1-0 untuk Yordania.

Gol tercipta hasil tendangan sudut yang dilakukan Abdullah Deeb. Tendangan penjuru yang begitu kencang melengkung, gagal ditepis Markus menyusur mengoyak jalannya.

Ketinggalan 0-1 tim "Merah Putih" tampil semakin ngotot untuk mengejar ketinggalannya. Namun, berberapa serangan yang dibangun Firman Utina dkk, sangat mudah dimentahkan pertahanan lawan yang semakin diperkokoh.

Meski pelatih asal Belanda, Wim Rijsbergen melakukan pergantian beberapa pemainnya. Namun, perombakan skuad Indonesia tetap gagal membuahkan hasil, hingga pertandingan berakhir, kedudukan tetap 1-0 untuk kemenangan Yordania.

TIMNAS U-16 DITEKUK TIMNAS PELAJAR U-18



SEBELUM tahap pengerucutan pertama terjadi di tubuh timnas U-16, anak asuh Indra Sapri, pelatih timnas U-16, dijajal timnas pelajar U-18 di Stadion Ciracas, Jakarta Timur. Dalam pertandingan yang dilangsungkan Kamis (25/8) malam itu, timnas U-16 menyerah 0-2 di tangan timnas pelajar U-18.

Babak pertama resmi jadi milik timnas pelajar U-18. Timnas U-16 yang masih dihuni 30 pemain itu harus rela tertinggal 0-2. Pada babak kedua, meski terlihat meningkat, penampilan timnas U-16 tak kuat mengejar selisih 2 gol itu. Hasil 2-0 pun bertahan hingga peluit panjang tanda pertandingan usai ditiup sang wasit.

Menurut rencana, selepas melangsungkan uji coba itu, Jumat (26/8), tim pelatih timans U-16 akan memulangkan 4 pemainnya. Saat berkumpul kembali setelah libur Lebaran, sisa 26 pemain timnas U-16 akan kembali dikerucutkan jadi 22 pemain. Dan, 22 pemain itulah yang akan membawa nama Indonesia di ajang Piala AFC U-16 di Thailand pada 12-22 September.

Di Ajang Piala AFC itu, timnas U-26 tergabung dalam Grup B bersama bersama Australia, Hongkong, Myanmar, Guam, dan tuan rumah Thailand.

CITA-cita membentuk liga sepak bola profesional


CITA-cita membentuk liga sepak bola profesional memang cuma mudah diucapkan, tetapi sangat sulit direalisasikan. Di dunia sepak bola yang paling maju sekalipun, membentuk liga profesional adalah proses panjang karena kosakata ”profesional” memang begitu kompleks. Itu bukan sekadar bangunan fisik stadion atau tempat latihan, atau pejabat dengan jas dasi perlente, atau segepok uang, tetapi profesional juga menyangkut aspek gaya hidup, perilaku, dan manajemen.
Inggris, misalnya, selama dua dekade mati-matian membentuk liga sepak bola profesional dengan basis industri yang kokoh. Selama 20 tahun, kemajuan demi kemajuan dicapai di hampir semua aspek bisnis, kecuali justru aspek terpenting, prestasi tim nasional. Di satu sisi, Premiership adalah liga profesional terbaik ditinjau dari sisi bisnis dan jangkauan dampaknya yang menerobos batas-batas kontinen. Namun, setelah 20 tahun, liga ini tak sukses membentuk tim nasional tangguh.
Contoh lain adalah J-League. Liga profesional Jepang ini dibentuk juga sekitar 20 tahun lalu. Sebelum 1992, Jepang tidak mengenal liga profesional, yang ada semi-amatir karena klub-klub yang bertanding disponsori perusahaan tertentu. Pemain yang tampil adalah pegawai yang digaji karena mereka bekerja di perusahaan semisal Yamaha, Nissan, atau Mitsubishi. Namun, sejak 1992, saat J-League diinaugurasi, mereka melakukan revolusi total terhadap manajemen klub. Perusahaan tetap menjadi tulang punggung klub, tetapi sudah dilepaskan sama sekali dari sisi finansial dan bisnis. Para pemain pun profesional murni yang dibayar karena jasa mereka bermain bola.
Revolusi sepak bola Jepang terbilang sukses setelah dua dasawarsa. Mereka kini bukan saja paling disegani di Asia, melainkan juga mampu menembus deretan elite Eropa dan Amerika Latin di tingkat dunia. Tim putri Jepang bahkan baru-baru ini mengukuhkan diri sebagai juara dunia.
Dari Inggris dan Jepang, Indonesia seharusnya bisa banyak belajar tentang bagaimana membentuk liga sepak bola profesional. Cita-cita kepengurusan baru PSSI untuk mencetak liga profesional lewat basis klub-klub profesional harus dilandasi niat tulus untuk membangun sepak bola dan mencetak prestasi yang lebih baik. Namun, tidak seperti Inggris atau Jepang, kompleksitas masalah di Indonesia memang sangat tinggi. Belum lagi adanya masalah keunikan sejarah persepakbolaan Indonesia yang tidak dirasakan Jepang atau Inggris.
Dalam sejarahnya, sepak bola Indonesia memang dibangun dengan semangat amatirisme oleh bond atau perserikatan. Basis amatirisme inilah yang kemudian menjadi tulang punggung sepak bola Indonesia hingga sekarang. Sepak bola profesional yang coba dibangun lewat Galatama pada 1979 sebenarnya merupakan revolusi besar. Namun, sayangnya, basis profesional itu tidak dilindungi oleh hukum yang ketat sehingga Galatama hancur luluh oleh judi dan suap. Pada saat yang sama, basis amatirisme perserikatan justru semakin kokoh lewat mekanisme fanatisme daerah.
Pada 1994, PSSI coba mencari solusi dengan mempersatukan Galatama dan Perserikatan menjadi kompetisi semiprofesional Liga Indonesia. Sayangnya, dalam cetak birunya, infrastruktur profesionalisme tidak dijalankan dengan timeline yang ketat, bahkan cenderung diabaikan. Klub-klub eks perserikatan, yang kemudian mendominasi liga sampai musim 2010-2011, tak pernah didorong keras untuk menjadi profesional. Persyaratan profesional yang dikumandangkan PSSI sejak 2007 tak pernah tegas dilaksanakan.
Munculnya Liga Primer Indonesia (LPI) yang semula dicita-citakan sebagai barometer liga profesional pun akhirnya membuahkan problem tersendiri. Bukan saja karena LPI terbukti hanya menjadi wahana untuk merebut kekuasaan, melainkan juga kompetisi itu tak pernah diselesaikan karena hanya berlangsung setengah musim. Bagi PSSI, kompetisi LPI, meski sudah resmi dibubarkan, tetap menjadi masalah besar karena mereka ”harus” dileburkan ke dalam liga profesional yang segera berputar Oktober mendatang. Ini sesuai perintah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Sejarah berulang. Pada 1994, PSSI memaksakan bond-bond perserikatan menjadi profesional. Sekarang, klub-klub eks LPI pun dipaksakan bergabung ke liga profesional lewat merger atau penggabungan dengan klub anggota PSSI. Ironisnya, untuk membangun liga yang baru, PSSI kemudian membubarkan kompetisi baku. Tanpa mekanisme kongres, PSSI membubarkan kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) yang sudah terstruktur sejak 1994. Keputusan Komite Eksekutif PSSI tentu berdampak sangat besar, terutama pada ”bangunan kompetisi” sepak bola itu sendiri. Dengan pembubaran itu, PSSI menafikan struktur baku kompetisi yang diikuti oleh 18 klub LSI, 36 klub divisi utama, 14 klub divisi satu, dan 12 klub divisi dua.
Pembentukan kompetisi baru ini juga menjungkirbalikkan seluruh logika kompetisi karena klub-klub yang sudah berjuang untuk promosi diabaikan begitu saja keringat, darah, dan air matanya. Persiraja Banda Aceh, Mitra Kukar, Persiba Bantul, dan Persidafon Dafonsoro adalah tim-tim yang perjuangannya disia-siakan.
Pada akhirnya, persyaratan profesional yang digariskan AFC, yakni legal, keuangan, infrastruktur, sumber daya manusia, dan sporting, adalah sekadar alat. Kelima aspek ini praktis bisa dipenuhi jika ada kemauan keras dan modal finansial. Yang sulit adalah profesional dalam arti perilaku. Bukan saja bagi klub peserta kompetisi, melainkan juga pengurus PSSI untuk memahami arti profesional sebenar-benarnya, tanpa muatan apa pun kecuali memajukan sepak bola Indonesia. Semoga. (Anton Sanjoyo)

Timnas Menang 3-1 atas Persebaya 1927


Tim nasional U23 yang dipersiapkan untuk SEA Games XXVI/2011 akhirnya unggul atas Persebaya 1927 dengan skor akhir 3-1 (2-0). Bertanding di hadapan belasan ribu pendukung Persebaya 1927 di Stadion Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/8/2011), timnas menutup serangkaian uji coba dengan hasil cukup memuaskan.
Kapten Timnas U23, Yongki Aribowo membuat gol pertama bagi timnya pada pertengahan babak pertama. Meski sulit menembus pertahanan Persebaya, Timnas besutan Rahmad Darmawan menambah keunggulan jelang akhir babak pertama melalui tendangan bebas kaki kiri Joko Sasongko, gelandang tengah. Tendangan bebas tidak terlalu keras mengarah ke sudut sempit di kiri gawang Persebaya dan tidak bisa ditepis oleh Apriyanto.
Babak kedua, timnas menambah keunggulan melalui kaki pemain pengganti Andik Vermansyah yang cedera, Zulham, pada menit ke 60.
Persebaya, yang terus menekan pertahanan timnas, memperoleh penalti setelah Rendi Irawan (gelandang) dijatuhkan di kotak terlarang. Otavio Putra sukses mengeksekusi penalti tersebut.
Meski terus menekan, Persebaya belum bisa menambah perbendaharaan golnya. Skor 3-1 bertahan hingga pertandingan usai.

DAFTAR NAMA KLUB YANG SUDAH MANDAFTAR LIGA PROFESIONAL

Berikut ini data pendaftaran Klub Profesional yang telah diterima oleh Komite Kompetisi per tanggal 22 Agustus 2011 jam 23.59 WIB :
18 klub ISL dengan rincian :
16 Klub berbadan hukum Perseroan Terbatas :
1) Arema (PT. Arema Indonesia)
Catatan : terdapat data 2 Direksi yang berbeda atas nama Direktur Utama : Satria Budi Wibawa dan Direktur Utama Iwan Budianto. Akan dilakukan verifikasi keabsahan tersebut dengan mengecek SK Menkumhan Perubahan Direksi yang terakhir.
2) Persija
Terdapat 2 PT yang didaftarkan, sebagai berikut :
a) PT. Persija Jaya (Direktur Utama: Bambang Sucipto)
b) PT. Persija Jaya Jakarta (Direktur Utama: Benny Erwin)
3) Sriwijaya FC (PT. Sriwijaya Optimis Mandiri).
4) Persisam (PT. Putra Samarinda Indonesia).
5) Persib Bandung (PT. Persib Bandung Bermartabat).
6) Persiwa (PT. Persiwa Wamena).
7) Persela (PT. Persela Jaya).
8) Persiba Balikpapan (PT. Balikpapan Kick Off)
9) PSPS Pekanbaru (PT. PSPS Pekanbaru).
10) Pelita Jaya (PT. Nirwana Pelita Jaya).
11) Deltras (PT. Delta Raya Sidoarjo).
12) Persijap Jepara (PT. Bogor Raya).
13) Bontang FC (PT. Bontang Football Mandiri).
14) Persema Malang (PT. Singosari Sakti Indonesia).
15) Persibo Bojonegoro (PT. Pengelola Persibo Indonesia).
16) PSM Makassar (PT. Pagolona Sulawesi Mandiri).
2 Klub masih dalam proses pengesahan Menkumham :
1) Persipura (PT. Persipura Papua).
2) Semen Padang (PT. Kabau Sirah Semen Padang).
36 klub Divisi Utama dengan rincian :
13 Klub berbadan hukum Perseroan Terbatas :
1) Persiraja (PT. Atjeh Sportinda Mandiri).
2) PSMS Medan (PT. Bintang Medan Metropolitan).
3) Pro Duta FC (PT. Batavia Jakarta Footballindo).
4) Persik Kediri (PT. Padang Minang Sportindo)
5) PSIS Semarang (PT. Laskar Diponegoro).
6) PSCS Cilacap (PT. Nusakambangan Sakti Tjilacap).
7) Persikota Tangerang (PT. Tangerang United Indonesia).
8) Persis Solo (PT. Solo Indomandiri Profesional).
9) Persiba Bantul (PT. PT. Bandung Indonesia Golsport).
10) Persebaya Surabaya (PT. Persebaya Indonesia).
11) PSS Sleman (PT. Putera Mataram Sejati).
12) PSIR Rembang (PT. Bina Putera Alam Persada).
13) Persigo Gorontalo (PT. Godbless Manado United)
6 Klub masih dalam proses pengesahan Menkumham :
1) Persita Tangerang (PT. Persita Tangerang Raya).
2) Persitara (PT. Persitara Sejahtera).
3) Persikabo (PT. Karadena Jaya).
4) Persiram Raja Ampat (PT. Persiram Makmur).
5) Gresik United (PT. Persegres Jaka Samudra Gresik).
6) PSIM Yogyakarta (PT. PSIM Jogja).
16 klub belum memproses badan hukum PT :
1) PSAP Sigli.
2) Persepasi Bekasi.
3) Persih Tembilahan.
4) PSLS Lhokseumawe.
5) PS Bengkulu.
6) PSSB Bireun.
7) Persires Rengat.
8) Perseman Manokwari.
9) Persekab Bandung.
10) Persemalra Tual.
11) PPSM Magelang.
12) Persidafon.
13) PSBI Blitar.
14) Persiku Kudus.
15) Persipro Probolinggo.
16) Perseru Serui.
1 klub meminta ikut Kompetisi Amatir : Persekam Metro.
Catatan : 1 klub Divisi Utama yang tidak mendaftar PSMP Mojokerto.
12 klub Divisi Satu dengan rincian :
3 Klub masih dalam proses pengesahan Menkumham :
1) Madiun Putra (PT. Madiun Putra Abadi).
2) Persip Kota Pekalongan (PT. Persip Pekalongan).
3) Persepar Palangkaraya (PT. Kalteng Putra).
9 klub belum memproses badan hukum PT :
1) PSBS Biak.
2) Persepam Pamekasan.
3) PSBL Langsa.
4) Persewangi Banyuwangi.
5) PSBK Blitar.
6) PSGL Gayo Lues.
7) KSB Sumbawa Barat.
8) Persitema Temanggung.
9) Persid Jember.
Catatan : 2 klub belum mendaftar : Persbul Buol dan Perssin Sinjai.
1 klub Divisi Dua : PSKS Krakatau Steel (PT. Persi Jakarta Raya).
1 klub Divisi Tiga : Perseden Denpasar (PT. Bali Dewata).
Untuk penyerahan Bank Garansi masih ditunggu sampai dengan tanggal 23 Agustus 2011 jam 17.00 WIB. Dapat dikirim melalui fax dan email. Saat ini yang sudah menyerahkan adalah Madiun Putra (PT. Madiun Putra Abadi) senilai Rp. 2 milyar untuk Kompetisi Profesional Level 2.

Bambang Pamungkas dkk taklukkan timnas Palestina 4-1


Performa timnas senior Indonesia belum menunjukkan konsistensi sebagai tim yang solid. Bambang Pamungkas dkk terlambat panas saat menaklukkan timnas Palestina 4-1 dalam uji coba di Stadion Manahan, Solo, tadi malam.

Palestina sempat mengejutkan saat Sulaeman Obaid membobol jala Markus Horison setelah lolos jebakan offside pada menit ke-48. Indonesia membalas  melalui  Hariono pada menit ke-62, Christian Gonzales (70'), dan Bambang Pamungkas (78', dan 85').

Pelatih timnas Indonesia Wilhelmus "Wim" Gerardus Rijsbergen mengacak-acak formasi pemain yang diturunkan kemarin. Wim menduetkan Christian Gonzales dan Bambang Pamungkas sebagai ujung tombak. Bambang menggantikan Boaz Solossa yang mendadak pulang sehari sebelum pertandingan dengan alasan keluarga.

Tidak solidnya permainan timnas Indonesia membuat Bambang dkk tampil menjemukan dalam 45 menit pertama. Shot on goal Indonesia hanya satu kali. Itupun lewat tembakan spekulasi Hariono dari luar kotak penalti. Masuknya Hariono yang bertipe keras sebagai starter cukup mengejutkan. Berkali-kali gelandang Persib Bandung itu melakukan pelanggaran. Padahal masih ada Eka Ramdhani dan Tony Sucipto untuk menggantikan Ahmad Bustomi yang cedera.

Pada babak kedua, penggawa Indonesia langsung menggebrak. Sayang, tim besutan Wim Rijsbergen malah lengah di barisan pertahanan. Palestina memanfaatkan kelengahan itu untuk mencetak gol. Setelah kebobolan satu gol skuad Garuda tampil penuh determinasi.

Hasilnya, pada menit ke-62, setelah memanfaatkan bola yang lepas dari tangkapan kiper Palestina, Hariono menyamakan skor 1-1. Namun, gol itu dibayar mahal dengan cederanya pelipis Hariono setelah terhantam kaki pemain Palestina yang bermaksud membuang bola. Hariono pun harus dilarikan ke ruang perawatan.

Indonesia berbalik unggul 2-1 pada menit ke-70 melalui Gonzales. Pada menit ke-78, Bambang menambah keunggulan Indonesia menjadi 3-1 lewat sontekannya dari dalam kotak penalti. Bambang mencetak gol kedua pada menit ke-85 untuk memastikan kemenangan timnas Merah Putih 4-1.

Setelah pertandingan, pelatih Wim Rijsbergen mengakui jika di babak pertama timnya tampil kurang bagus dan banyak membuang peluang. "Di babak pertama tim mudah kehilangan bola. Lini tengah juga tidak berkembang. Passing dari lini belakang juga sering salah" kata Wim. "Setelah ini kami akan melakukan evaluasi agar di laga berikutnya tim bisa lebih baik. Tapi itu butuh waktu lama. Tidak cukup hanya seminggu," sambungnya.

Bambang yang mencetak dua gol menyatakan puas dengan performanya tadi malam. Kendati diawal laga sempat nervous dengan bermain di posisi penyerang lubang. "Sebagai pemain saya siap main di mana saja sesuai strategi pelatih," kata Bambang.

Pelatih timnas Palestina Abdel Nasser Barakat mengatakan timnya hanya bisa mengimbangi Indonesia di babak pertama. "Kami bagus di babak pertama. Tapi itu tidak bisa berlanjut di babak kedua. Sebab, stamina pemain kami sudah habis karena persiapan kami cukup singkat sebelum datang kesini," kata Abdel Nasser. "Selamat untuk Indonesia. Ini bekal bagus buat mereka untuk menjalani babak ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia nanti," sambungnya

sumber; jpnn

uji coba ke 3, TIMNAS U-19 MEMBAIK

TIMNAS U-19 yang dipersiapkan berlaga di ajang Piala AFF U-19 di Myanmar pada 8-20 September tengah menjalani serangkaian uji coba di Medan, Sumatera Utara. Dua laga uji coba timnas U-19 berujung kekalahan. Pertama, saat meladeni tim sepakbola Pra PON Sumatera Utara, timnas U-19 menyerah 1-3. Kedua, saat bentrok dengan PSMS Medan, mereka takluk 0-2.
Melihat hasil itu, tim pelatih timnas U-19 pun coba mengambil langkah alternatif berupa penambahan pemain dalam tim. Hasilnya pun langsung terlihat. Timnas U-19 mengecap buah yang lebih baik, yakni bermain seri  2-2 pada uji coba melawan Thamrin Graha Metropolitan (TGM), Senin (22/8).Gol-gol asuhan pelatih Zulkifli Alfat ini masing-masing diciptakan oleh M Jamil Khairi di menit 20 dan 25. Sementara gol tim Thamrin Graha Metropolitan yang baru promosi ke divisi II PSSI ini diciptakan Nanda menit 43 dan Ari Wiyogo menit 55.

Keempat pemain baru itu tersebut adalah Ricky  Ardiansyah (gelandang, PSMS U-18), Juanda Prayatna (striker, PSMS Muda), Niji (stopper, Jakarta) dan Gigi (stopper, Jakarta). Mereka pun langsung main dan sukses mengantar timnas U-19 meraih hasil seri pertamanya setelah kalah dalam dua kali uji coba sebelumnya.

Diakui manajer timnas U-19 Kennedy, penambahan pemain baru itu didasarkan pada kebutuhan tim.

“Selama ini kita ternyata lemah di bagian bertahan. Dan kita akhirnya menambah empat pemain di posisi stopper, gelandang bertahan dan satu striker,” aku Kennedy.

Dengan penambahan 4 pemain itu, kini timnas U-19 yang dilatih oleh Zulkifli Afaat beranggotan 25 pemain. Dari jumlah itu, timnas U-19 hanya akan memboyong 22 pemain. Untuk itu, Kennedy memastikan untuk tidak ada penambahan pemain, yang ada justru proses seleksi.

“Kalau untuk penambahan pemain tidak ada lagi, namun pengurangan iya. Nanti bakal ada penilaian lagi dari pelatih sehingga bisa mendapatkan 22 pemain yang kita bawa ke Myanmar," tandas Kennedy.

Timnas U-19 sendiri berada dalam Grup B bersama Myanmar, Laos, dan vietnam di ajang Piala AFF U-19 itu.

Skuad Timnas U-19

1. Adel Satria Nanda
2. Supianto
3. Gold Aulia Syahrizan
4. Rahmadana
5. Agung Putra Perdana
6. Imam Arief Munandar
7. M Jamil
8. Ibnu Asyir
9. Suherman
10. Juandi Munandar
11. Syahru Ramadhan
12. Fitra Ridwan
13. Hendra Sandi Gunawan
14. Ricky Ardiansyah
15. Reynaldi Junior Alfiansyah
16. Dian Ardiansyah
17. Rahmat Johani Saputro
18. Zoel Fadli
19. Rizki Hamdani
20. Muhammad Fajar
21. M Jamil Khairi
22. Ananda Syaputra
23. Juanda Prayatna
24. Niji
25. Gigi

Timnas U-23 Indonesia Dibungkam Makassar United


Meskipun sempat tampil menjanjikan saat menahan imbang timnas senior, timnas U-23 Indonesia kembali tampil melempem dan takluk di tangan Makassar United.
Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (20/8/2011) WIB, timnas U-23 yang dimotori bomber Yongki Ariwibowo sebenarnya tampil apik di babak pertama.
Pasukan besutan Rahmad Darmawan itu bahkan sempat unggul terlebih dahulu di menit ke-45 melalui penalti yang dilesakkan Johan Juansyah.
Penalti terjadi, setelah Joko Sidik dilanggar oleh pemain belakang Makassar United, dan kemudian wasit Jumadi Abdi menunjuk titik putih. Kedudukan Timnas U-23 itu berlangsung hingga turun minum.
Akan tetapi di babak kedua, stamina timnas U-23 mulai kedodoran. Hal itu dimanfaatkan oleh Makassar United untuk terus melakukan serangan. Hasilnya, mereka mampu menyamakan kedudukan di menit ke-48.
Sebuah tendangan keras jarak jauh yang dilepaskan Aditya Putra Dewa tak mampu dibendung kiper timnas U-23 Rifky Mokodompit.
Berhasil menyamakan kedudukan, semangat Makassar United semakin meningkat. Hasilnya, pada menit ke-69, Aditya kembali menjebol gawang Rifky lewat tendangan bebas dan membawa timnya unggul 2-1 atas timnas U-23.
Dalam wawancara seusai laga, pelatih timns U-23 Rahmwad Darmawan mengaku terkejut dengan hasil kurang memuaskan ini. Tetapi, RD berjanji akan terus membenahi timnya guna bisa membawa harum nama Indonesia di ajang SEA Games September mendatang.
“Saya terus terang terkejut dengan permainan Medan United dan juga dengan permainan timnas U-23. penampilan mereka tampak kontras dengan permainan yang terakhir digelar kemarin,” ujarnya.
“Tapi ini merupakan bagian dari proses ke depan dan kami akan terus berproses,” tandasnya.

Timnas U-19 Dibekuk Tim Pra Pon Sumut , 1-3


Tim sepak bola Pra Pekan Olahraga Nasional  Sumatra Utara berhasil mengalahkan tamunya Tim Nasional Usia 19 dengan skor 3-1 (1-1) di Stadion Teladan Medan, Jumat (19/8).

Gol-gol tim Pra PON Sumut masing-masing diciptakan melalui tendangan Aidun Sastra Utami pada menit ke- 32 dan ke- 67 serta Bambang menit ke-70.

Sementara satu-satunya gol balasan Timnas U-19 yang dipersiapkan mengikuti piala AFF U-19 di Myanmar 8 September hingga 21 September 2011, tercipta di menit ke- 29 melalui tendangan keras Rahmat Johani.

Meski kalah, pelatih Timnas U-19, Zulkifli Alfat mengatakan dirinya tidak terlalu kecewa dengan hasil tersebut mengingat laga itu hanya sekadar untuk mengetahui kemampuan dan kerja sama tim, apalagi pertandingan digelar di bulan puasa.

"Melalui uji coba ini, saya ingin melakukan evaluasi terhadap tim dimana kekurangan dan kelebihan. Selama ini kita banyak uji coba dengan tim yang usianya di atas kita seperti tim Pra PON Sumut. Tetapi bukan hasilnya yang utama, karena kita ingin melihat kekompakan pemain di lapangan," katanya lagi.

Di Medan, tiga tim akan dihadapi Timnas U-19, selain tim Pra PON Sumut, lawan timnas adalah PSMS Muda Sabtu (20/8) dan Tim Thamrin Graha Metropolitan pada Senin (22/8). Semua pertandingan digelar di Stadion Teladan.

Menurut Zulkifli, dalam laga uji coba mengahadapi tim Pra PON Sumut ini, dirinya menurukan tim lapis pertama dan kedua. Tim lapis pertama diturunkan di babak pertama dan lapis kedua di babak kedua.

"Tim lapis pertama kita berhasil menahan mereka, dan tim inilah yang akan terus kita pertahankan di AFF nanti," katanya.

Manajer timnas U-19, Kennedy mengatakan uji coba atau tur ke Medan dilaksanakan karena timnya kesulitan mencari lawan tanding di Aceh.

"Selama Bulan Ramadan di Aceh, kita sulit cari lawan tanding. Karena itu kita ke Medan. Tadinya hanya ada dua lawan yang menjadi agenda kita, tetapi kemudian ada tawaran dari klub TGM (Thamrin Graha Metropolitan)," katanya.

Pelatih tim Pra PON Sumut, Rudi Saa'ri, mengatakan meski timnya menang namun ia merasa masih ada beberapa kelemahan yang masih harus diperbaiki terutama ketenangan pemain dalam penyelesaian akhir. "Soal kerja sama tim, anak-anak sudah makin menunjukkan kemajuan demikian juga dengan kemampuan individual," ujar mantan pelatih PSMS itu.
sumber; metronews.com

Agenda Uji Coba Timnas U-16


Timnas U-16 yang tengah dipersiapkan ke Turnamen Asia (AFC Cup) di Thailand mengagendakan sejumlah pertandingan ujicoba menjelang keberangkatan ke Thailand.

"Setidaknya ada lima pertandingan ujicoba yang telah kami jadwalkan sebelum keberangkatan Thailand. Lawan-lawan seluruhnya dari tim lokal," ujar Koordinator Timnas Indonesia Bob Hippy di Jakarta, Sabtu (13/8).

Bob mengungkapkan, pertandingan ujicoba yang akan dilaksanakan di Stadion Ciracas Jakarta Timur itu akan mempertemukan Timnas dengan PS Persigawa pada 19 Agustus mendatang.

Kemudian berhadapan PPLP DKI Jakarta pada 23 Agustus, melawan Timnas U-18 pada 25 Agustus, berhadapan tim Liga Pendidikan Indonesia UNJ pada 27 Agustus dan dijajal tim UNJ Junior pada 7 September.

"Selain menyiapkan Timnas Senior dan Timnas U-23 yang dipersiapkan ke SEA Games 2011, kami sangat memperhatikan pula turnamen-turnamen yang harus diikuti tim junior seperti U-16 ini, karena dari jajaran mereka kita bisa berharap cikal bakal pemain masa depan," ujarnya.

Pada turnamen AFC Cup yang akan berlangsung di Thailand pada 12-22 September 2011 mendatang, Timnas Indonesia berada di Grup A bersama Australia, Hong Kong, Myanmar, Guam dan tuan rumah Thailand.

Sebanyak 30 pemain yang dipersiapkan tengah dibina dan berlatih di Stadion Ciracas, Jakarta Timur di bawah bimbingan pelatih Indra Syafri nantinya akan diseleksi menjelang keberangkatan ke Thailand.

Bob Hippy yang terus memantau persiapan tim mengungkapkan, hampir seluruh pemain masih tetap menjalankan ibadah puasa sehingga latihan lebih banyak dilakukan pada malam hari.

Kriteria Klub Profesional ISL

Lokakarya (workshop) PSSI bersama AFC hari ini (3/8) telah dibuka oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin sekitar pukul 14.30 WIB di Hotel Sahid, Jakarta. Banyak hal dibicarakan dalam workshop kali ini. Salah satunya adalah membangun klub professional.

Sesi workshop sendiri saat ini sudah memasuki presentasi tentang latar belakang kriteria calon klub profesional yang nantinya akan berkompetisi di Indonesian Super League (ISL), mulai musim depan. Anggota Komite Eksekutif Sihar Sitorus memaparkan seluruh kriteria kepada seluruh anggota PSSI yang hadir.

Terkait kriteria klub profesional, Sihar menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 22/2011, klub profesional tak bisa lagi menggunakan dana APBD. Selain itu, menurut Statuta PSSI, anggota adalah sebuah badan hukum.

"Dari latar belakang tadi, semua akan berdampak calon klub profesional, yakni klub-klub ISL, Divisi Utama, Divisi Satu, Pengprov serta LPI," terang Sihar.

Sihar menambahkan, workshop kali ini AFC akan memperjelas perihal Asian Champions' League Assessment Criteria untuk klub profesional."Dalam workshop ini, kita harap bisa mendapatkan gambaran format kompetisi musim 2011-2012," tukasnya.

Selain itu, dengan diadakannya workshop PSSI dan AFC, induk organisasi sepakbola nasional ini berharap dapat membuahkan hasil diantaranya:

- Mewajibkan semua klub sepakbola memiliki badan hukum yang berbentuk Perseroan Terbatas/Koperasi/Yayasan (Peraturan Pemerintah No.40 Tahun 2007).

-Mempersiapkan agenda kegiatan menuju kick off pada bulan Oktober 2011.

-Klub melakukan penyelesaian konflik internal yang terjadi di dalam klub

AFC Deadline Kompetisi Paling Lambat 14 Oktober

Asian Football Confederation (AFC) telah menentukan tanggal deadline kepada PSSI untuk menggelar kompetisi 2011-2012 paling lambat 14 Oktober 2011.

Hal itu disampaikan perwakilan AFC Suzuki Tokuaki dalam konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (3/8) menyikapi kejelasan waktu digulirkannya kompetisi sepakbola Indonesia.

"PSSI harus menyelesaikan masalah persyaratan tentang kriteria klub profesional. Indonesia juga punya peluang besar lolos ke Asian Championship League jika memenuhi semua persyaratan," terang Tokuaki kepada wartawan.

"Kemudian AFC akan melakukan inspeksi kepada klub-klub Indonesia yang lolos seleksi agar bisa masuk Asian Championship League," tuturnya.

Sementara itu, mengenai batas waktu digelarnya kompetisi sepakbola Indonesia sebelum tanggal 14 Oktober 2011, anggota Komite Eksekutif PSSI Sihar Sitorus menyatakan, pada 8 Oktober 2011 PSSI akan memastikan klub-klub yang memenuhi persyaratan AFC.

"Setelah tanggal 8 Oktober kita tentukan format kompetisi berdasarkan kriteria dan kemudian kita tentukan stratanya," terang Sihar.

"Tanggal 22 Agustus adalah proses penyerahan dokumen klub-klub, kemudian tanggal 23 kami verifikasi, setelah itu baru tanggal 25 Agustus pengumuman peserta kompetisi. Baru dari situ akan terlihat bagaimana kompetisi akan dilakukan," pungkasnya

Hasil Drawing Putaran Ketiga PPD 2014 Zona Asia


Pada hasil putaran ketiga Pra Piala Dunia (PPD) 2014 untuk zona Asia, Indonesia tergabung di Grup E yang berada satu grup dengan Iran, Qatar, dan Bahrain. Keputusan tersebut didapat melalui drawing yang berlangsung di Marina da Gloria, Rio de Janeiro, Brazil, Minggu 31 Juli 2011. Drawing dilakukan oleh legenda Brazil Zico dan gelandang Liverpool yang juga pemain tim nasional Brasil Lucas Leiva.
Indonesia yang berada di pot empat atau unggulan terakhir, berada di Grup E bersama tiga kali juara Piala Asia Iran, tuan rumah Piala Dunia 2022 Qatar dan Bahrain. Indonesia harus melakoni laga pertama Grup E dengan bertandang ke Iran pada 2 September 2011. Setelah itu Firman Utina dan kawan-kawan akan menjamu Bahrain pada 6 September 2011. Selanjutnya Indonesia akan menjamu Qatar pada 11 Oktober 2011.
Pertandingan keempat, Indonesia akan dijamu Qatar pada 11 November 2011, setelah itu giliran Indonesia yang menjamu Iran pada 15 November 2011. Dan laga terakhir tim Garuda akan bertandang ke Bahrain pada 29 Februari 2012. Dua tim teratas di Grup E akan melangkah ke putaran keempat Pra piala Dunia 2014 zona Asia.
Dua tim asal Asia Tenggara lainnya, Singapura dan Thailand, juga mendapat lawan yang tangguh. Singapura tergabung di Grup A bersama China, Yordania dan Irak. Sedangkan Thailand berada di Grup D bersama Australia, Arab Saudi dan Oman. Indonesia sendiri memastikan langkah ke putaran ketiga usai menang 4-3 di leg kedua melawan Turkmenistan. Indonesia lolos dengan agregat 5-4.
Hasil Drawing Putaran Ketiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia
Grup A
China
Yordania
Irak
Singapura
Grup B
Korea Selatan
Kuwait
Uni Emirat Arab
Lebanon
Grup C
Jepang
Uzbekistan
Syria
Korea Utara
Grup D
Australia
Arab Saudi
Oman
Thailand
Grup E
Iran
Qatar
Bahrain
Indonesia

timnas Indonesia melaju ke putaran ke tiga

Hasil Akhir Pertandingan Indonesia Vs Turkmenistan di babak ke leg 2 ini menjadi sebuah kesuksesan untuk maju ke putaran ke 3 babak penyisihan pra Piala Dunia 2014,Hasil Akhir Pertandingan Indonesia Vs Turkmenistan merupakan suatu kebanggan bagi rakyat Indonesia yang selalu menanti perubahan di tubuh Tim Nas.
Pertandingan baru berlangsung sembilan menit ketika Indonesia sukses membuka keunggulan. Meneruskan umpan silang dari M Ilham dari kanan, tandukan Gonzales menembus gawang Turkmenistan.
Pada menit ke-18, Indonesia menggandakan keunggulan jadi 2-0 kembali berkat Gonzales. El Loco menendang masuk bola yang dikirim oleh Boaz Solossa dari sektor kiri Indonesia.
Tiga menit menjelang babak pertama berakhir, Indonesia kian di atas angin dengan unggul 3-0. Tendangan deras Muhammad Nasuha dari jarak 25 meter sukses melesakn di gawang Maksatmyrat Shamuradov.
Di awal babak kedua, Indonesia masih berusaha mengurung pertahanan Turkmenistan dan memetik sejumlah peluang. Namun penyelesaian akhir yang buruk membuat peluang-peluang itu gagal dikonversi jadi gol.
Turkmenistan justru mampu memanfaatkan pecahnya konsentrasi kubu Indonesia di menit 72. Tendangan sudut Amanov yang sebenarnya tidak berbahaya bergulir masuk gawang Feri Rotin Sulu. Skor masih 3-1 buat Indonesia.
Empat menit kemudian, Indonesia menjauhkan lagi keunggulannya jadi 4-1. Dari serangan yang diotaki Boaz, bola disodorkan kepada Ridwan yang dengan tendangan keras menyarangkan bola di sudut gawang Turkmenistan.
Indonesia diuntungkan dengan dikartumerahnya pemain Turkmenistan, Bahtiyar Hojaahmedov, di menit 79. Namun di tengah kondisi kalah jumlah, Turkmenistan justru mampu membahayakan Indonesia.
Menit 82, Turkmenistan menipiskan skor jadi 2-4. Kerja sama yang apik antara Chonkaev dengan Berdy diselesaikan oleh nama terakhir ini dengan satu sepakan terarah dan gol.
Para pendukung Indonesia dibuat berdebar-debar ketika di menit 85 Turkmenistan mengubah skor jadi 3-4. Chonkaev berhasil membobol gawang Feri dengan satu sontekan pelan dari mulut gawang.
Tak mau tersingkir, Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan kembali menyerang. Di menit 93, Ahmad Bustomi nyaris menambah pundi-pundi gol Indonesia andai sepakannya tidak membentur tiang kiri gawang Tukrmenistan.
Tidak lama kemudian, wasit Benjamin Williams asal Australia meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dan Indonesia berhak atas kemenangan 4-3.

KLB PSSI Lancar, Agum Full Senyum

Konferensi Luar Biasa PSSI Solo hingga putaran pertama pemilihan ketua umum PSSI berjalan lancar. Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar pun tampak senang.

Jauh berbeda dengan saat Kongres PSSI Jakarta, 21 Mei silam, Agum tampak terlihat tenang dan santai saat membuka KLB PSSI Solo. Sejak awal pembukaan, proses KLB PSSI Solo memang berjalan lancar. Hanya sedikit kegaduhan saja terjadi di luar. Itupun karena peserta yang tak memiliki identitas berusaha memaksa masuk arena kongres.

Kelancaran proses KLB memang sangat diharapkan seluruh pecinta sepak bola di Tanah Air. KLB PSSI ini menentukan eksistensi Tim Nasional Indonesia di kancah internasional. Jika KLB gagal menghasilkan kepengurusan baru, PSSI akan terkena sanksi berupa pembekuan dari keanggotaan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). Artinya Tim Nasional Indonesia, tidak bisa berkiprah di laga-laga internasional, termasuk SEA Games XVI, di mana Indonesia selaku tuan rumah.

Bersyukur KLB PSSI Solo sejauh ini berjalan lancar dan tertib. Tak heran itu Agum Gumelar selaku Ketua KN PSSI yang bertanggung-jawab penuh atas kelancaran kongres, tampak sumringah.

Selama setengah perjalanan KLB, Agum terlihat santai dan tenang. Tak terlihat raut ketegangan di wajah Agum. Apalagi, setelah pemilihan ketua umum putaran pertama, berjalan lancar.

Di putaran pertama, Djohar Arifin tampil sebagai peraih suara terbanyak, yakni 53 suara dari 100 pemilih. Peraih suara terbanyak kedua adalah Agusman Effendi. Ia meraih 39 suara, dan posisi ketiga diisi Japto S Soerjosoemarno yang mendapat 4 suara.

Saat rehat untuk memasuki putaran kedua pemilihan ketua umum, Agum turun dari mimbar utama. Ia melangkah dengan santai dan penuh senyum. Ia pun sempat mencicipi makanan yang disediakan panitia, sambil ngobrol santai dengan rekannya dari KN PSSI.

Kini pemilihan ketua umum putaran kedua masih berlangsung. Hanya tinggal dua calon kuat yang maju, yakni Djohar Arifin dan Agusman Effendi. Sedangkan Japto yang sebetulnya berhak maju, menyatakan mundur